Infografik: Sembilan WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tiba Selamat di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 12:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Indonesia, Minggu (24/5), setelah berhasil dievakuasi. Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Indonesia, Minggu (24/5), setelah berhasil dievakuasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026 setelah berhasil dievakuasi pemerintah. Kesembilan WNI tersebut terdiri atas enam relawan kemanusiaan dan tiga jurnalis yang sebelumnya ikut dalam misi bantuan menuju Gaza.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap sejak 21 Mei 2026. Setelah dibebaskan bersama relawan internasional lainnya, para WNI dipindahkan melalui jalur udara menuju Istanbul, Turki. Pada 22 Mei, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan, pengurusan visa, serta pengambilan keterangan sebelum melanjutkan perjalanan ke Dubai, Uni Emirat Arab, menggunakan pesawat komersial pada 23 Mei pukul 19.35 waktu setempat. Dari Dubai, para WNI kemudian tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 24 Mei pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Relawan WNI Ungkap Dugaan Kekerasan Saat Ditahan Israel dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melakukan berbagai langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan seluruh WNI. Upaya tersebut meliputi komunikasi intensif dengan otoritas terkait dan mitra internasional, pendampingan proses pemulangan melalui KBRI Ankara dan KJRI Istanbul, hingga memastikan para WNI memperoleh perlindungan hukum sampai kembali ke tanah air. Pemerintah Indonesia juga mengecam tindakan Israel yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional.

Dalam perkembangan lain, data Anadolu per 22 Mei 2026 mencatat sebanyak 428 relawan dari 44 negara ditangkap Israel dalam insiden tersebut. Sejumlah relawan mengaku mengalami kekerasan selama masa penahanan. Insiden itu turut memicu kecaman internasional, termasuk langkah Prancis yang melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki wilayahnya, serta desakan Italia kepada Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir.

Baca Juga: Menlu Italia Kecam Perlakuan Israel terhadap Aktivis Armada Global Sumud

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pemulangan para WNI tersebut. “Berkat izin Tuhan Yang Maha Kuasa serta berbagai upaya koordinasi dan negosiasi yang kita lakukan, pada sore hari ini sembilan saudara kita dapat tiba kembali di tanah air dengan selamat,” ujar Sugiono.

Berikut Infografiknya:

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Indonesia, Minggu (24/5), setelah berhasil dievakuasi. <b>(Antara)</b> Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Indonesia, Minggu (24/5), setelah berhasil dievakuasi. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close