Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan yang beredar di platform Facebook mengeklaim bahwa Singapura menantang Indonesia untuk berperang setelah pembatalan pembelian bahan bakar minyak (BBM) oleh Indonesia. Unggahan tersebut juga menyertakan video yang menggambarkan seolah-olah hubungan kedua negara memanas akibat keputusan tersebut.
Dalam narasi yang beredar, disebutkan:
“SINGAPURA TANTANG PERANG INDONESIA!! BATALKAN SEENAK JIDAT PEMBELIAN KAPAL TANGKER!!”
Namun, berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Singapura, serta tidak ada pemberitaan media kredibel yang menyebut adanya ancaman perang antara kedua negara terkait isu pembatalan BBM tersebut.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Operasikan MT Pertamina Halmahera untuk Jaga Distribusi BBM Nasional
Unggahan yang menarasikan Singapura tantang Indonesia perang setelah batalkan pesanan BBM. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Facebook) (Antara)
Hasil penelusuran melalui Google Lens, Senin, 25 Me 2026, menunjukkan bahwa video yang digunakan dalam unggahan itu merupakan cuplikan dari tayangan Sekretariat Presiden Republik Indonesia di YouTube, yang memuat laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 13 Maret 2026.
Dalam rapat tersebut, Bahlil menjelaskan bahwa Pertamina pernah melakukan pembelian BBM dari Singapura, namun terdapat dua kapal kargo yang membatalkan pengiriman dan berbalik arah saat perjalanan.
Pemerintah Indonesia kemudian menyampaikan keberatan dan berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak terkait agar pengiriman minyak dapat dilanjutkan sesuai kesepakatan.
Baca Juga: Dolar AS Menguat, Bahlil Pastikan Subsidi BBM Tetap Aman
Baik Bahlil Lahadalia maupun Presiden Prabowo Subianto tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut adanya ancaman perang terhadap Singapura dalam konteks tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan Singapura menantang Indonesia untuk berperang setelah pembatalan pesanan BBM dipastikan tidak benar atau hoaks.
Rating: Hoaks
(Sumber: Antara)
Arsip - Menteri Luar Negeri Sugiono (kanan) bersama Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) menyampaikan keterangan pers seusai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis kedua negara, mulai dari investasi, ekonomi digital, transisi energi, hingga kerja sama ASEAN. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) (Antara)