Mahasiswa Geruduk 3 Pejabat Negara Saat Diskusi di UGM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 03:09
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mahasiswa Geruduk Tiga Pejabat Negara Saat Diskusi di UGM Mahasiswa Geruduk Tiga Pejabat Negara Saat Diskusi di UGM (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Puluhan mahasiswa melakukan aksi protes terhadap tiga pejabat negara yang menjadi pembicara dalam acara Kopdar X NYL Bareng Mas Dar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Senin, 15 Juni 2026 malam. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.

Tiga pejabat yang hadir dalam forum tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI Budiman Sudjatmiko.

Dari keterangan yang beredar di sosial media, menyebut Insiden bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika para narasumber telah menyelesaikan pemaparan materi. Dalam sesi tersebut, Budiman sempat mengajak mahasiswa menyampaikan kritik secara langsung melalui forum diskusi.

“Silahkan kritik kami di sini, jangan di media sosial,” ucap Budiman.

Baca Juga: DPR Setujui Naturalisasi Mitchell Lee Baker-Luke Vickery, Siap Main di Piala AFF

Namun, ajakan tersebut tidak meredakan ketegangan. Sejumlah mahasiswa yang hadir justru meluapkan kekecewaannya dengan naik ke atas panggung dan membentangkan berbagai spanduk penolakan terhadap para pembicara. Beberapa spanduk bertuliskan ‘UGM Menolak Pengkhianat Reformasi’ dan ‘UGM Menolak Penjilat Rezim’.

Situasi di dalam ruangan kemudian memanas hingga menyebabkan jalannya diskusi dihentikan. Ketegangan meningkat ketika terjadi aksi pelemparan gelas plastik berisi air mineral di area forum. Panitia bersama petugas keamanan berusaha mengendalikan keadaan, tetapi massa mahasiswa terus memadati area sekitar panggung.

Menyusul kondisi yang semakin tidak kondusif, ketiga pejabat negara tersebut dievakuasi keluar dari kawasan Joglo GIK. Akan tetapi, ratusan mahasiswa telah berkumpul di luar lokasi dan berusaha menghadang mereka.

“Budiman, mana Budiman!” teriak sejumlah mahasiswa.

Mahasiswa lainnya juga terus mendesak agar para pejabat tetap berada di lokasi untuk melanjutkan dialog.

“Katanya mau diskusi. Kalau tidak mau keluar, kita nggak akan pergi,” teriak mahasiswa lainnya.

Tidak lama kemudian, Nusron Wahid dan Sudaryono menemui massa yang bertahan di luar GIK UGM. Sementara itu, Budiman Sudjatmiko sudah tidak terlihat di lokasi. Kedua pejabat tersebut sempat melakukan dialog dengan mahasiswa di area jalan masuk kampus UGM.

Mahasiswa UGM Geruduk Pejabat <b>(Istimewa)</b> Mahasiswa UGM Geruduk Pejabat (Istimewa)

Meski sempat berlangsung, dialog tersebut tidak menghasilkan titik temu. Sejumlah mahasiswa mengaku tidak memperoleh jawaban yang memuaskan atas berbagai pertanyaan dan kritik yang mereka sampaikan.

Setelah perbincangan berakhir tanpa kesepakatan, Nusron dan Sudaryono berupaya meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas keamanan. Mahasiswa sempat mencoba menahan keduanya agar kembali berdialog. Situasi pun diwarnai aksi saling dorong antara massa dan petugas pengamanan.

Kendati demikian, kedua pejabat tetap meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan yang telah disiapkan. Sejumlah mahasiswa bahkan terlihat berusaha mengejar kendaraan yang membawa mereka keluar dari kawasan kampus.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah forum diskusi yang awalnya dimaksudkan sebagai ruang dialog antara pejabat pemerintah dan kalangan mahasiswa.

x|close