Lapas Bollangi Diserbu Demonstran Bersenjata Badik dan Busur Panah, Fasilitas Rusak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 10:52
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi demo ricuh. (Antara) Ilustrasi demo ricuh. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa di depan Lapas Narkotika Sungguminasa atau Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh. Massa demonstran dilaporkan menyerbu area lapas dan merusak sejumlah fasilitas, memicu aparat keamanan turun tangan untuk mengendalikan situasi.

Kericuhan tersebut terjadi saat sekitar 40 orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH) menggelar demonstrasi di depan lapas. Menurut keterangan pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), aksi itu berlangsung tanpa pemberitahuan resmi kepada kepolisian setempat.

Juru Bicara Ditjenpas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rika Aprianti, menyebut demonstrasi dilakukan tanpa izin maupun surat pemberitahuan kepada aparat kepolisian di wilayah Gowa.

“Unjuk rasa dilakukan oleh AMPH tanpa ada ijin atau pemberitahuan Surat Resmi dari kepolisian, baik Polres Gowa maupun Polsek Bontomarannu,” kata Rika, Selasa (26/5/2026).

Fokus gangguan terjadi di area lapas setelah massa diduga melakukan aksi perusakan terhadap sejumlah fasilitas. Beberapa peserta aksi disebut sengaja menabrakkan sepeda motor ke pintu ruang P2U, melempari kaca bangunan, serta merusak fasilitas kunjungan warga binaan. Selain itu, aksi pembakaran ban juga sempat terjadi di sekitar lokasi.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.201 di Tengah Kekhawatiran Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Pihak lapas juga mengungkap adanya peserta aksi yang membawa senjata tajam seperti badik dan busur panah. Kondisi tersebut disebut menimbulkan rasa takut serta keresahan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan lapas.

“Mereka juga membawa beberapa senjata tajam seperti badik dan busur panah. Aksi tersebut juga menimbulkan ketakutan dan keresahan masyarakat di sekitar Lapas,” ujarnya.

Merespons situasi yang semakin memanas, kepala lapas segera berkoordinasi dengan aparat keamanan. Bantuan pengamanan kemudian diminta kepada pihak kepolisian dan unsur TNI di wilayah setempat untuk menjaga kondisi tetap terkendali.

Dalam penanganan insiden tersebut, polisi mengamankan delapan orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi anarkis itu. Mereka langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penggeledahan.

“8 orang provokator dsri aksi tesebut langsung diamanakan ke polsek. Dilakukun penggeledahan dan pemeriksaan. 2 antaranya positif narkoba,” jelas dia.

Hingga kini, pihak lapas disebut masih terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian sekaligus membuka ruang dialog guna meredam ketegangan pasca-insiden. Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak AMPH terkait dugaan perusakan dan kericuhan tersebut.

x|close