Ntvnews.id, Jakarta - Suasana haru menyelimuti kedatangan jemaah haji Indonesia di Padang Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026. Ratusan jemaah dari gelombang pertama mulai menempati tenda-tenda yang telah disiapkan, termasuk kloter SOC 75 dan KJT 34. Di tengah suhu panas Arab Saudi, berbagai peningkatan fasilitas tahun ini menjadi sorotan dan mendapat apresiasi dari jemaah.
Tangis haru pecah saat para jemaah akhirnya menginjakkan kaki di Arafah, lokasi pelaksanaan wukuf yang menjadi inti ibadah haji. Setelah perjalanan panjang dan masa tunggu bertahun-tahun, momen tiba di tanah suci menjadi pengalaman emosional bagi banyak jemaah.
“Karena sudah sampai di sini untuk melaksanakan ibadah haji, semoga saya menjadi haji yang mabrur bersama teman-teman,” ujar salah satu jemaah dengan mata berkaca-kaca.
Tak sedikit jemaah yang langsung memanjatkan doa begitu tiba di tenda. Harapan agar diberi kesehatan dan kekhusyukan saat menjalani wukuf menjadi doa utama di tengah persiapan menuju puncak ibadah.
Kasatgas Arafah, Abdu Basir, memastikan seluruh tenda telah siap digunakan oleh jemaah. Tahun ini, pemerintah bersama otoritas terkait juga menghadirkan sejumlah peningkatan fasilitas, terutama untuk menunjang kenyamanan jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas yang disiapkan Kementerian Haji dan Umrah.
Peningkatan fasilitas tersebut mendapat respons positif dari jemaah. Salah seorang jemaah mengaku terkesan dengan sambutan petugas hingga kelengkapan fasilitas di maktab.
“Begitu kami datang disambut dengan ramah, diberikan fasilitas, datang-datang dikasih es krim. Tempat tidur juga sudah nyaman, ada bantal dan kasur. Toiletnya juga luar biasa, dekat sekali dengan maktab,” ungkap seorang jemaah.
Selain fasilitas istirahat yang dinilai lebih nyaman, tahun ini tersedia toilet ramah disabilitas, distribusi air zamzam dingin di setiap tenda, pendingin ruangan (AC), hingga daftar nama jemaah di pintu tenda untuk mempermudah pencarian dan mengurangi kepadatan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Kronologi Penganiayaan Maut WN Brunei di Blok M
Di tengah cuaca Arafah yang diperkirakan mencapai 41 derajat Celsius, kenyamanan tenda menjadi perhatian utama. Petugas memastikan area ibadah tetap kondusif dengan dukungan pendingin ruangan dan area luar tenda yang dilengkapi peneduh.
Tim Media Center Haji 2026 melaporkan, hingga kini ratusan jemaah telah siap mengikuti safari wukuf maupun puncak ibadah di Arafah. Aktivitas jemaah menjelang khutbah wukuf didominasi ibadah, istirahat, hingga mempersiapkan doa-doa pribadi.
Kisah haru juga datang dari Fatima Abbas, jemaah asal Jambi yang akhirnya bisa berangkat haji setelah menanti selama 14 tahun. Ia mengaku bersyukur dapat berdiri di Arafah bersama jutaan umat Islam dari berbagai negara.
“Alhamdulillah, sangat haru sekali. Setelah 14 tahun penantian, hari ini kami bisa berkumpul di sini. Semoga semua doa diijabah Allah dan amal ibadah diterima,” tuturnya.
Fatima juga mengapresiasi pelayanan petugas haji tahun ini. Menurutnya, distribusi makanan berjalan baik, petugas sigap membantu lansia, serta suasana antarjemaah terasa hangat meski berasal dari berbagai daerah.
Di sisi lain, layanan kesehatan diperketat untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem dan kelelahan. Posko kesehatan Arafah disiagakan penuh selama 24 jam untuk menangani berbagai keluhan jemaah.
Petugas kesehatan menyebut kasus yang paling sering ditemui sejauh ini adalah sesak napas, dehidrasi, hingga kelelahan akibat suhu panas. Jemaah diimbau mengurangi aktivitas di luar tenda, terutama pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat.
“Maka kami meminta kepada para jemaah untuk selalu berada di dalam tenda terutama pada jam-jam terik, kemudian sering minum air, jangan menunggu haus,” kata petugas kesehatan di Posko Arafah.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak turut meninjau langsung kesiapan jemaah di Arafah. Keduanya memastikan proses pergerakan jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah berlangsung lancar dan tertib.
“Alhamdulillah hari ini pendorongan dari Makkah ke Arafah berjalan baik,” ujar Irfan Yusuf.
Dahnil menambahkan, penyelenggaraan haji tahun ini mendapat apresiasi positif dari otoritas Arab Saudi, terutama terkait ketertiban jemaah Indonesia menjelang fase krusial wukuf.
Dengan kesiapan fasilitas, penguatan layanan kesehatan, dan pengawalan ketat petugas, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan menuju haji yang mabrur.
Jemaah Haji di Arafah (Youtube)