Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial di tengah kehidupan masyarakat. Menurutnya, makna kurban tidak hanya sebatas ritual ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas bagi sesama.
“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Idul Adha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pembagian daging kurban merupakan bentuk nyata solidaritas sosial yang dapat membantu masyarakat membutuhkan sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga. Menurutnya, ibadah kurban juga memiliki kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting di masyarakat.
Baca Juga: Menag Sebut Idul Adha di Masjid Istiqlal Jadi Model Kurban Asia Tenggara
“Semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” kata dia.
Karena itu, Menag mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha sebagai kesempatan memperluas manfaat dan memperkuat empati sosial agar setiap ibadah membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan memberkahi bangsa Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bagikan 109 Hewan Kurban untuk Warga Sekitar Padepokan Garudayaksa
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menilai Idul Adha sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai pengorbanan, toleransi, dan solidaritas sosial yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
“Peringatan Idul Adha ini merupakan satu peringatan yang penting, terutama bagi umat Islam yang merayakan, karena di situ ada satu arti tentang pengorbanan, keikhlasan, tentang toleransi, tentang solidaritas sosial,” ujarnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Agama Nasaruddin Umar. ANTARA/HO-Kemenag (Antara)