Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberhentikan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrsky, pada Selasa, 28 Juli 2026, di tengah gelombang demonstrasi besar yang terjadi di negara tersebut.
Melalui pernyataan di kanal Telegram, Zelensky mengumumkan penunjukan Komandan Pasukan Gabungan Mykhailo Drapaty sebagai panglima militer yang baru.
"Saya telah memutuskan bahwa Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina yang baru adalah Mykhailo Drapaty," ujar Zelensky, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 30 Juli 2026.
Zelensky juga menyampaikan apresiasi kepada Syrsky atas pengabdiannya selama memimpin angkatan bersenjata Ukraina.
"Saya berterima kasih kepada Oleksandr Syrsky dan kepada setiap prajurit kami atas posisi garis depan Ukraina yang kuat," lanjutnya.
Pergantian pimpinan militer ini dilakukan setelah dalam beberapa hari terakhir ribuan warga turun ke jalan memprotes pencopotan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov. Demonstran menilai Fedorov merupakan sosok yang tengah mengupayakan reformasi di tubuh militer Ukraina.
Baca Juga: Presiden Ukraina Zelensky Tiba di AS Bakal Bertemu Trump, Bahas Apa?
Fedorov menyatakan bahwa pencopotannya dipicu oleh desakan Syrsky yang disebut ingin menghambat program modernisasi militer. Namun, tuduhan tersebut telah dibantah oleh Syrsky.
Syrsky menjabat sebagai panglima militer Ukraina sejak 2024 dan dikenal sebagai salah satu komandan paling berpengalaman yang dimiliki Kyiv.
Jenderal berusia 60 tahun itu juga pernah memimpin pasukan Ukraina pada fase awal invasi Rusia pada 2022.
Perselisihan yang mencuat di lingkungan militer Ukraina ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan yang jarang terlihat antara jajaran pimpinan militer dan politik. Situasi tersebut terjadi ketika Ukraina dinilai sedang berada dalam posisi yang lebih menguntungkan dalam menghadapi perang melawan Rusia.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Ukraina berhasil memperlambat laju serangan Rusia. Selain itu, Kyiv juga melancarkan serangan terhadap sejumlah kilang minyak Rusia yang disebut menjadi salah satu sumber pendukung operasi invasi Kremlin.
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (Antara)