Keluarga Minta Kematian Sutrimo Tak Dibesar-besarkan: Memang Sakit Akut!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 08:16
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Se Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Se (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Keluarga Sutrimo mengaku ikhlas atas meninggalnya korban. Keluarga Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah tersebut, meminta meninggalnya Sutrimo tak dibesar-besarkan. Sebab, pria yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah itu, memang memiliki riwayat penyakit yang sudah parah. 

Diketahui, Sutrimo ditemukan tergeletak tak sadarkan diri dan mulutnya berbusa, di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026 pagi. Ia akhirnya dinyatakan tewas, usai dicek dokter di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. 

"Sudah tidak perlu lagi dibesar-besarkan lagi. Korban memang memiliki riwayat penyakit gula yang sudah akut," ujar perwakilan keluarga korban, Sudiono dikutip Kamis, 30 Juli 2026.

Pihak keluarga juga sudah memakamkan jenazah Sutrimo di TPU Desa Wlahar pada Kamis, 23 Juli 2026 malam.

Keluarga Sutrimo mengaku takkan melakukan upaya hukum terkait kematian pria yang telah menduda tersebut.

"Pihak keluarga tidak akan menuntut apa pun, cuma minta doanya saja mudah-mudahan almarhum diterima oleh Allah Ta'ala diampuni dosa-dosanya, keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesehatan dan tidak ada halangan apapun," papar Sudiono.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyatakan masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo. Polisi pun melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) guna mengungkap kasus ini.

Polda Metro juga mempersilakan pihak keluarga membuat laporan apabila merasa terdapat kejanggalan atas kematian Sutrimo.

x|close