Kemenhaj Sampaikan Pesan “Tri Sukses Haji” Saat Wukuf di Arafah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 16:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan khotbah wukuf pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Selasa, 26 Mei 2026 Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan khotbah wukuf pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Selasa, 26 Mei 2026 (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan khotbah wukuf pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Selasa, 26 Mei 2026. Khotbah yang disampaikan sekitar pukul 10.00 waktu Arab Saudi atau 14.00 WIB itu mengangkat tema “Tri Sukses Haji: Jalan Menuju Haji Mabrur dan Kemaslahatan Bangsa”.

Anggota Amirulhaj, Asep Saifuddin Chalim, menegaskan bahwa wukuf bukan hanya sekadar hadir secara fisik di Arafah, melainkan momentum spiritual bagi setiap jemaah untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Rasulullah SAW mengingatkan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, sehingga jemaah diajak untuk memanfaatkan waktu mulia ini demi mendoakan keluarga, umat, pemimpin, hingga kebaikan bangsa Indonesia," ujar Asep dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2026.

Dalam ringkasan khotbah yang diterima, Kemenhaj menekankan konsep “Tri Sukses Haji” yang terdiri atas sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban.

Baca Juga: Kemensos Hentikan Rekrutmen Siswa Baru di 16 Sekolah Rakyat Rintisan

Pada aspek sukses ritual, jemaah diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara sah dan sesuai syariat. Kemenhaj juga menekankan bahwa Islam memberikan kemudahan bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik atau uzur agar tetap dapat menjalankan ibadah tanpa memberatkan diri.

Selain itu, Kemenhaj turut menyoroti pentingnya sukses ekosistem ekonomi haji. Pemerintah menilai dana haji Indonesia yang mencapai lebih dari Rp20 triliun perlu dikelola secara amanah, transparan, dan akuntabel sehingga dapat memberikan manfaat bagi umat dan perekonomian nasional.

Kemenhaj juga mendorong pemanfaatan produk-produk lokal Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dalam negeri.

Sementara pada pilar sukses keadaban dan peradaban, jemaah diharapkan tidak hanya mencapai kesalehan secara pribadi, tetapi juga mampu membawa dampak sosial positif setelah kembali ke Tanah Air.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan khotbah wukuf pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Selasa, 26 Mei 2026 <b>(Istimewa)</b> Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyampaikan khotbah wukuf pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah di Padang Arafah, Selasa, 26 Mei 2026 (Istimewa)

Jemaah haji disebut perlu menjadi pribadi yang lebih santun, jujur, disiplin, serta toleran terhadap perbedaan. Mereka juga diharapkan mampu menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia.

Selain itu, Asep menegaskan bahwa Kemenhaj juga menitipkan pesan agar jemaah Indonesia selalu menjaga sikap dan menjadi teladan selama berada di Tanah Suci.

"Di akhir khotbah, terselip doa dan harapan yang mendalam agar sekembalinya ke tanah air, para jemaah tidak sekadar membawa cerita perjalanan atau buah tangan. Lebih dari itu, mereka diharapkan membawa perubahan perilaku yang lebih mulia serta komitmen kuat untuk menjaga persatuan, keberkahan, dan kemaslahatan NKRI," pungkas Asep.

x|close