Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Amirulhaj Indonesia sekaligus Khatib Wukuf di Arafah, Asep Saifuddin Chalim, menegaskan bahwa ketakwaan serta perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik merupakan “oleh-oleh” paling berharga dari pelaksanaan ibadah haji.
Dalam khutbah wukuf di Padang Arafah pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan hati yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih bermakna.
“Oleh-oleh terbaik dari haji adalah takwa, hati yang lebih bersih, hidup yang lebih dekat kepada Allah, kesediaan untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat,” kata Asep di hadapan jamaah haji Indonesia.
Ia menekankan bahwa Padang Arafah menjadi simbol kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, di mana tidak ada perbedaan derajat antara satu jamaah dengan yang lainnya. Menurutnya, kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh harta, jabatan, atau kedudukan duniawi.
“Di tempat ini semua hadir sebagai hamba. Semua memohon ampun. Semua mengharap rahmat Allah,” ujarnya.
Asep juga menjelaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya terlihat dari selesainya rangkaian ibadah, tetapi juga dari perubahan perilaku setelah kembali ke tanah air, seperti meningkatnya kualitas ibadah, sikap yang lebih sabar, serta kepedulian sosial yang lebih kuat.
Baca Juga: Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Indonesia Haru Melihat Fasilitas Tenda Meningkat
“Haji mabrur adalah perubahan hidup yang tampak pada hati yang lebih lembut, ibadah yang lebih terjaga, lisan yang lebih santun, sikap yang lebih sabar dan bijak, serta kepedulian yang lebih nyata dalam kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya persaudaraan umat Islam yang terbangun dalam ibadah haji, di mana jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul dengan latar belakang berbeda namun dipersatukan oleh nilai tauhid.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyampaikan program “Tri Sukses Haji” yang dicanangkan pemerintah, yaitu sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses keadaban dan peradaban.
Ia menjelaskan bahwa sukses ritual berkaitan dengan pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat, sementara sukses ekosistem ekonomi haji menekankan pengelolaan layanan dan dana haji secara amanah, transparan, serta memberi manfaat bagi umat dan bangsa.
Baca Juga: Kemenhaj Sampaikan Pesan “Tri Sukses Haji” Saat Wukuf di Arafah
Adapun sukses keadaban dan peradaban diarahkan untuk membentuk jamaah haji yang mampu menjadi pembawa kedamaian serta perekat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Haji bukan hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga harus menguatkan kesalehan sosial dan menjadi katalisator peradaban bangsa,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jamaah haji Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan membawa perubahan diri yang lebih baik, akhlak yang lebih mulia, serta semangat untuk terus melayani sesama.
(Sumber: Antara)
Jamaah Indonesia jelang Wukuf di Arafah, Selasa (26/5/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj (Antara)