Viral 3 Pria Diikat dan Diseret Warga di NTT, Polisi Dalami Aksi Main Hakim Sendiri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mei 2026, 07:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi kekerasan. Ilustrasi kekerasan. (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Tiga pria di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban aksi main hakim sendiri usai diikat dan diseret warga hingga mengalami luka serius. Peristiwa yang terekam video dan viral di media sosial itu kini tengah didalami aparat kepolisian.

Insiden terjadi di Desa Fafinesu B, Kecamatan Insana Fafinesu, pada Minggu (24/5/2026) malam. Dalam rekaman yang beredar, ketiga pria terlihat terbaring di tanah dalam kondisi terikat menggunakan tali, sementara sejumlah warga mengelilingi mereka sambil memeriksa barang bawaan.

Ketegangan meningkat ketika warga meneriaki ketiga pria tersebut dengan tudingan pencurian. Bahkan, terdengar ancaman kekerasan dari beberapa orang di lokasi.

"Ete mait bensin he totu (coba ambil bensin untuk bakar). Ete mait tas na nok sa es na (coba ambil tas itu ada apa di dalamnya)," ujar seorang pria dalam video viral tersebut menggunakan bahasa Dawan.

Tak lama berselang, ketiganya yang masih terikat tampak ditarik dan diseret melewati jalan desa. Akibat kejadian itu, para korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, terutama wajah dan kepala.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra membenarkan video viral tersebut. Menurutnya, polisi langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan terkait keributan yang berujung dugaan penganiayaan terhadap tiga pria berinisial PS, RT, dan AT.

Baca Juga: Heboh Dugaan Skandal Riset WNI di Denmark, Peneliti Oxford Bongkar Indikasi Pemalsuan Data

"Para korban sudah dievakuasi oleh personel Polres TTU bersama Polsek Insana Utara menuju RSUD Kefamenanu untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka serius pada bagian wajah dan kepala," kata Henry.

Polisi mengungkap, peristiwa bermula saat warga melakukan patroli malam menyusul keresahan akibat maraknya kehilangan barang di rumah adat. Saat itu, warga mencurigai tiga pria yang melintas menggunakan dua sepeda motor.

Ketika dihentikan, ketiganya mengaku hendak mencari madu dan menyebut telah mendapat izin dari salah satu warga. Namun setelah dikonfirmasi, warga yang dimaksud membantah memberikan izin, sehingga memicu amarah massa.

"Sehingga hal tersebut berujung pada tindakan penganiayaan terhadap ketiga korban," tutur Henry.

Saat ini polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian tersebut sekaligus mengusut dugaan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan para korban terluka. Aparat juga mengimbau masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Belum ada keterangan dari pihak lain terkait insiden viral tersebut.

x|close