Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjalani pemeriksaan kesehatan menjelang ulang tahunnya yang ke-80. Presiden tertua yang pernah dilantik di AS itu mengaku hasil pemeriksaan medis tahunannya menunjukkan kondisi yang sangat baik di tengah sorotan publik terhadap kesehatannya.
Dikutip dari AFP, Kamis, 28 Mei 2026, pemeriksaan tersebut menjadi yang ketiga sejak Trump kembali menjabat tahun lalu. Pemeriksaan dilakukan di tengah meningkatnya spekulasi mengenai kondisi kesehatannya, termasuk memar di tangan dan penampilannya yang beberapa kali terlihat mengantuk saat menghadiri pertemuan resmi.
"Semuanya berjalan sempurna," tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, saat kembali menuju Gedung Putih dari Rumah Sakit Militer Walter Reed di dekat Washington.
Gedung Putih kemudian turut mengunggah foto Trump di media sosial dengan keterangan bahwa laporan kesehatannya dalam kondisi sempurna.
Baca Juga: Rusia Tuding Pentagon Gunakan Starlink untuk Intervensi Urusan Negara Lain
Dokter kepresidenan diperkirakan akan merilis ringkasan hasil pemeriksaan kesehatan Trump dalam beberapa hari mendatang. Namun, detail yang akan dipublikasikan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Gedung Putih.
Selama ini, Trump kerap dikritik karena dianggap kurang transparan mengenai kondisi kesehatannya. Jadwal pemeriksaan medisnya selama masa jabatan kedua juga dinilai membingungkan publik.
Trump menyebut pemeriksaan tersebut sebagai “pemeriksaan fisik enam bulanan”, sementara Gedung Putih sebelumnya menyatakan pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan medis dan gigi tahunan.
Pemeriksaan kesehatan tahunan terakhir Trump dijadwalkan berlangsung pada April 2025. Namun, pada Oktober tahun lalu ia juga diketahui menjalani kunjungan rumah sakit yang sebelumnya tidak diumumkan ke publik dan kemudian disebut Gedung Putih sebagai bagian dari pemeriksaan tahunan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di National Harbor, Maryland, Amerika Serikat, pada 24 Februari 2017. (Gage Skidmore/Wikimedia Commons) (Antara)
Kondisi kesehatan Trump menjadi perhatian karena ia beberapa kali membandingkan kondisi fisik dan mentalnya dengan mantan Presiden Joe Biden.
Trump dijadwalkan genap berusia 80 tahun pada 14 Juni mendatang. Perayaan ulang tahunnya disebut akan bertepatan dengan pertandingan Ultimate Fighting Championship (UFC) yang digelar di halaman Gedung Putih.
"Saya merasa sama seperti 50 tahun yang lalu," kata Trump dalam sebuah acara di Ruang Oval awal bulan ini.
Ia bahkan sempat bercanda mengenai pola makannya yang dikenal dekat dengan makanan cepat saji.
"Mungkin makanan cepat saji itu baik," tambahnya.
Dalam pemeriksaan medis April 2025, Trump tercatat memiliki tinggi badan 191 sentimeter dengan berat sekitar 101,6 kilogram. Berat badannya disebut turun dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 243 pon atau sekitar 110 kilogram. Trump juga membantah menggunakan obat penurun berat badan.
Trump juga beberapa kali menyatakan dirinya memperoleh hasil tinggi dalam tes kognitif yang menurutnya belum pernah dijalani para presiden sebelumnya.
Baca Juga: Trump Yakin Kesepakatan AS–Iran Segera Tercapai, Selat Hormuz Akan Dibuka Tanpa Tarif
Meski demikian, Gedung Putih sempat mengungkap bahwa Trump mengalami insufisiensi vena kronis, yaitu kondisi gangguan pada pembuluh darah vena yang menyebabkan pembengkakan pada kaki. Kondisi tersebut diketahui setelah Trump beberapa kali terlihat mengalami pembengkakan di area pergelangan kaki.
Selain itu, sejak kembali menjabat pada 2025, Trump juga beberapa kali terlihat memiliki memar di tangan kanan yang disebut ditutupi riasan. Gedung Putih menjelaskan tanda tersebut berkaitan dengan konsumsi aspirin sebagai bagian dari perawatan kesehatan jantungnya.
Trump juga beberapa kali terlihat memejamkan mata dalam sejumlah acara resmi Gedung Putih, meski ia membantah tertidur.
Usia presiden memang menjadi perhatian dalam politik Amerika Serikat beberapa tahun terakhir. Pada Pemilu Presiden 2024, Joe Biden yang saat itu berusia 81 tahun akhirnya menghentikan pencalonannya untuk masa jabatan kedua usai penampilan debat yang dinilai buruk melawan Trump.
Biden sebelumnya tercatat sebagai presiden tertua dalam sejarah AS hingga Trump kembali menjabat untuk periode keduanya.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju Gedung Putih setibanya di Washington, DC, dari Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, pada 23 Maret 2026. ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri. (ANTARA/Celal Güne?/Anadolu/pri) (Antara)