Israel Klaim Tewaskan Komandan Baru Sayap Militer Hamas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Mei 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jenazah warga Palestina, yang meninggal akibat serangan udara tentara Israel di Kamp Pengungsi Jabalia, dibawa ke Rumah Sakit Shifa untuk dimakamkan di Gaza, Palestina pada Sabtu 9 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu/Hamza ZH Qraiqea/pri) Jenazah warga Palestina, yang meninggal akibat serangan udara tentara Israel di Kamp Pengungsi Jabalia, dibawa ke Rumah Sakit Shifa untuk dimakamkan di Gaza, Palestina pada Sabtu 9 Mei 2026. (ANTARA/Anadolu/Hamza ZH Qraiqea/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Militer Israel kembali menggencarkan serangan ke Jalur Gaza dengan menargetkan pemimpin baru sayap bersenjata Hamas, Mohammed Awda. Dalam perkembangan terbaru, Israel mengklaim operasi tersebut berhasil dan Awda tewas dalam serangan yang terjadi menjelang Hari Raya Iduladha.

Dilansir dari AFP dan Anadolu, Kamis, 28 Mei 2026Israel meningkatkan intensitas serangan ke Gaza beberapa hari setelah pemimpin sebelumnya dilaporkan tewas dalam operasi serupa.

Pemerintah Israel menyebut serangan itu dilakukan atas arahan langsung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Target utama operasi tersebut adalah Mohammed Awda yang baru ditunjuk sebagai pemimpin Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap militer Hamas.

"Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, IDF baru saja melakukan serangan di Gaza yang menargetkan Mohammed Odeh -- komandan baru sayap militer organisasi teroris Hamas dan salah satu arsitek pembantaian 7 Oktober," demikian bunyi pernyataan bersama Netanyahu dan Katz, dikutip AFP.

Baca Juga: Rusia Tuding Pentagon Gunakan Starlink untuk Intervensi Urusan Negara Lain

Awda diketahui menggantikan Ezzedine Al-Haddad yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Gaza pada awal Mei lalu.

Dalam keterangannya, pemerintah Israel menyebut Awda sebelumnya menjabat sebagai kepala intelijen Hamas saat serangan 7 Oktober terjadi.

"Odeh menjabat sebagai kepala intelijen Hamas selama pembantaian 7 Oktober dan diangkat sekitar seminggu yang lalu sebagai pengganti Ezzedine Al-Haddad," demikian isi pernyataan tersebut.

Israel juga menuduh Awda bertanggung jawab atas berbagai aksi yang menyebabkan korban jiwa di pihak Israel.

"Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan cedera sejumlah warga sipil Israel dan tentara IDF," lanjut pernyataan itu.

Beberapa jam setelah serangan berlangsung, tentara Israel mengumumkan bahwa Mohammed Awda telah tewas. Serangan udara besar-besaran itu menghantam kawasan padat penduduk di pusat Kota Gaza pada malam menjelang Iduladha.

Sebuah kapal dari armada bantuan yang menuju Gaza, setelah dicegat oleh angkatan laut Israel, dikawal menuju pelabuhan Ashdod, Israel, pada 19 Mei 2026. (Foto oleh Jamal Awad/Xinhua) <b>(Antara)</b> Sebuah kapal dari armada bantuan yang menuju Gaza, setelah dicegat oleh angkatan laut Israel, dikawal menuju pelabuhan Ashdod, Israel, pada 19 Mei 2026. (Foto oleh Jamal Awad/Xinhua) (Antara)

Selain menargetkan Awda, serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan seorang perempuan Palestina dan melukai sejumlah warga lainnya berdasarkan informasi dari sumber medis setempat.

Badan pertahanan sipil Gaza yang berada di bawah Hamas menyampaikan bahwa lima orang tewas dalam serangan lain di wilayah Al-Maghazi bagian timur.

"Lima orang martir dan beberapa orang yang terluka telah dipindahkan (ke rumah sakit) setelah serangan udara Israel menargetkan sekelompok warga di area Al-Maghazi bagian timur," demikian pernyataan badan pertahanan sipil Gaza.

Baca Juga: Kanada Berlakukan Kebijakan Perbatasan Sementara Antisipasi Penyebaran Ebola

Hingga kini, Hamas maupun Brigade Qassam belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Israel mengenai kematian Mohammed Awda.

Konflik berkepanjangan di Gaza disebut telah menyebabkan korban jiwa sangat besar sejak Oktober 2023. Serangan yang berlangsung selama hampir dua tahun itu juga memicu kerusakan luas terhadap infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

x|close