Presiden Meksiko Tuding AS Campuri Urusan Dalam Negerinya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. ANTARA/Anadolu/py. Arsip foto - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, meksiko City - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menuduh Amerika Serikat berupaya mencampuri urusan domestik negaranya di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara.

Dilansir dari AFP, Selasa, 2 Juni 2026, dalam pidato laporan tahunan pemerintah yang disampaikan di hadapan ribuan pendukung di ibu kota Meksiko pada Minggu, 31 Mei 2026 Sheinbaum menyoroti adanya kampanye media yang menurutnya melibatkan kelompok konservatif dari dalam maupun luar negeri.

Ia menyebut terdapat “serangan media dan kampanye media sosial bernilai jutaan dolar” yang dijalankan melalui berbagai saluran informasi global. Menurut Sheinbaum, kampanye tersebut memanfaatkan algoritma digital, akun bot berbayar, serta akun palsu untuk memengaruhi opini publik.

“Apakah ini benar-benar kepedulian tulus untuk membantu Meksiko?” kata Sheinbaum, seperti dikutip media Yeni Safak.

Sheinbaum juga mempertanyakan motif di balik tuntutan keamanan yang diajukan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Ia menduga langkah tersebut bisa saja berkaitan dengan kepentingan politik dalam negeri AS maupun upaya memengaruhi dinamika politik di Meksiko menjelang pemilihan presiden mendatang.

“Meksiko bukan pinata milik siapa pun,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar, Sheikh Saoud

Hubungan kedua negara memanas setelah insiden yang terjadi pada 19 April lalu. Saat itu, sejumlah pejabat AS yang tewas dalam kecelakaan mobil di Negara Bagian Chihuahua diketahui merupakan agen Central Intelligence Agency.

Pemerintah Meksiko menilai para agen tersebut menjalankan operasi keamanan tanpa otorisasi resmi dari otoritas setempat. Aktivitas itu dianggap bertentangan dengan ketentuan dalam konstitusi Meksiko.

Menyusul temuan tersebut, pemerintah federal membuka penyelidikan dan memanggil sejumlah pejabat di Chihuahua untuk dimintai keterangan. Salah satu yang turut dipanggil adalah Gubernur Chihuahua, Maru Campos.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berbicara dalam konferensi pers di Istana Nasional di Kota Meksiko, Meksiko, pada 4 Maret 2025.  <b>(Antara)</b> Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berbicara dalam konferensi pers di Istana Nasional di Kota Meksiko, Meksiko, pada 4 Maret 2025. (Antara)

Tak lama setelah investigasi diumumkan, pemerintah AS mengajukan permintaan ekstradisi terhadap 10 warga negara Meksiko. Di antara nama yang masuk dalam daftar tersebut adalah Gubernur Sinaloa, Ruben Rocha Moya, yang berasal dari partai penguasa Morena.

Namun, Sheinbaum memberikan pembelaan terhadap Rocha Moya dan mengkritik minimnya bukti yang disampaikan oleh pihak AS dalam permintaan ekstradisi tersebut.

Perselisihan diplomatik ini terjadi bersamaan dengan upaya pemerintahan Sheinbaum dan Kongres yang didominasi partai Morena untuk mendorong reformasi konstitusi. Reformasi tersebut bertujuan memperkuat perlindungan terhadap potensi campur tangan asing dalam proses pemilu nasional.

Perkembangan terbaru ini menandai semakin rumitnya hubungan antara Meksiko dan Amerika Serikat, yang selama ini telah menghadapi berbagai perbedaan pandangan terkait keamanan, migrasi, dan kedaulatan nasional.

x|close