Ntvnews.id, Beirut - Gelombang pengungsian besar-besaran terjadi di wilayah selatan Beirut, Senin, 1 Juni 2026, setelah Israel mengancam akan melancarkan serangan udara ke ibu kota Lebanon meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Dilansir dari Anadolu, Selasa, 2 Juni 2026, arus kendaraan yang meninggalkan kawasan selatan Beirut menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan utama. Warga berbondong-bondong menuju pusat kota Beirut untuk mencari lokasi yang dianggap lebih aman dari potensi serangan.
Kepanikan warga meningkat setelah media Israel melaporkan bahwa militer negara tersebut berencana mengeluarkan peringatan evakuasi bagi sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi sasaran operasi militer.
Situasi keamanan yang semakin tidak menentu juga berdampak pada sektor pendidikan. Universitas Lebanon memutuskan menunda pelaksanaan ujian di sejumlah fakultas dan institut yang berada di Kampus Universitas Rafic Hariri di Hadath, Beirut, serta di Kota Sidon, Lebanon selatan.
Dalam keterangannya, pihak universitas menyebut keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap kondisi keamanan yang memburuk. Meski demikian, kegiatan ujian di kampus cabang lain tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Konflik Israel-Hizbullah Lebanon Memanas
Sebelumnya pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan memerintahkan militer untuk melancarkan serangan udara ke Beirut. Langkah tersebut menjadi eskalasi terbaru di tengah gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan telah berlaku sejak 17 April lalu.
Perintah serangan itu muncul menjelang putaran baru perundingan antara Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung di Washington dengan fasilitasi Amerika Serikat.
Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di wilayah Lebanon selatan maupun Beirut terus meningkat akibat bentrokan yang masih terjadi antara Israel dan Hizbullah. Kondisi tersebut berlangsung meskipun kedua pihak sebelumnya telah menyepakati penghentian sementara permusuhan melalui perjanjian gencatan senjata.
Ancaman serangan terbaru ke Beirut memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik dan berpotensi menggagalkan berbagai upaya diplomatik yang tengah dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Kerusakan parah akibat serangan udara Israel terhadap pusat kesehatan milik Otoritas Kesehatan Islam (Hayaa) di daerah Al-Mashouk dekat kota Tyre di selatan Lebanon, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Anadolu/am. (Antara)