Ntvnews.id, Jakarta - Dugaan perbuatan asusila sesama jenis yang melibatkan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) berinisial ARM (19) dan seorang mahasiswa dari kampus lain berinisial AW (20) menjadi sorotan di lingkungan kampus. Peristiwa tersebut disebut terjadi di gedung perpustakaan PNJ, Kota Depok, Jawa Barat.
Kasus ini mencuat setelah aksi keduanya diduga terekam kamera ponsel milik seorang mahasiswa PNJ. Dalam rekaman yang kemudian beredar di kalangan mahasiswa, ARM dan AW terlihat sedang berciuman serta berpelukan di area kampus.
Salah seorang mahasiswa PNJ bernama Risma mengatakan, setelah video tersebut tersebar, informasi mengenai kejadian itu dengan cepat diketahui mahasiswa lainnya. Kondisi tersebut membuat banyak mahasiswa mulai berdatangan ke lokasi.
“Para mahasiswa mulai berdatangan ke gedung alat berat, karena mereka mengetahui dari video yang beredar,” ujar Risma, Selasa (2/6/2026).
Meningkatnya jumlah mahasiswa yang berkumpul membuat pihak keamanan kampus mengambil tindakan. ARM dan AW kemudian diamankan serta dibawa ke kantor sekuriti untuk menghindari situasi yang semakin ramai.
Baca Juga: Raffi Ahmad Mendadak Jalani Operasi Tengah Malam, Kenapa?
Namun, suasana di lingkungan kampus disebut terus memanas. Menurut Risma, sejumlah mahasiswa yang merasa kecewa kemudian membawa kedua mahasiswa tersebut ke area taman olahraga kampus PNJ.
“Abis Magrib diarak mahasiswa ke ke Taman olahraga kampus PNJ,” jelas Risma.
Untuk meredakan gejolak yang berkembang di kalangan mahasiswa, pihak kampus melalui Wakil Direktur Bidang I Kemahasiswaan, Iwan, menggelar sidang terbuka. Dalam forum tersebut, ARM dan AW disebut mengakui perbuatan yang dituduhkan kepada mereka.
Selain itu, keduanya juga menjelaskan bagaimana awal mula mereka saling mengenal hingga menjalin komunikasi.
“Mereka mengakui bahwa awal perkenalan mereka melalui Twitter dan berhubungan secara intern di Twitter,” terang Risma.
Di tengah proses penanganan kasus tersebut, pihak kampus turut menghubungi keluarga masing-masing. Tidak lama kemudian, perwakilan keluarga datang ke kampus untuk mengikuti perkembangan persoalan yang terjadi.
Menurut Risma, keluarga kedua mahasiswa tersebut menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak kampus terkait langkah yang akan diambil.
Sementara itu, kasus tersebut memicu reaksi keras dari sebagian mahasiswa PNJ. Mereka menilai tindakan yang dilakukan ARM dan AW tidak dapat diterima dan meminta kampus memberikan sanksi tegas.
“Tadi ramai banget, kami para mahasiswa menuntut drop out dari kampus, perbuatan ini sudah tidak bisa ditolerir,” tegas Risma.
2 Mahasiswa PNJ Sesama Jenis Ciuman (Instagram)