Ntvnews.id, Jakarta - PDI Perjuangan menegaskan hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto tetap terjalin baik meskipun keduanya berada dalam posisi politik yang berbeda. Kedekatan tersebut dinilai dibangun di atas fondasi persahabatan yang panjang, semangat kenegarawanan, serta kesamaan pandangan mengenai kepentingan bangsa dan negara.
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan hubungan yang terjaga antara Megawati dan Prabowo menjadi teladan bagi kader kedua partai, termasuk anggota Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra di DPR RI. Menurutnya, komunikasi yang baik memungkinkan kedua pihak untuk berdiskusi dan bertukar pandangan dalam membahas berbagai kebijakan pemerintah.
"Saya kira keteladanan ini pula yang diikuti oleh jajaran Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Gerindra di DPR," kata Said dalam keterangannya, Rabu, 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah isu, kedua partai tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan memahami posisi politik masing-masing. Hal tersebut mencerminkan praktik demokrasi yang sehat dan dewasa.
Said mengungkapkan hubungan Megawati dan Prabowo telah berlangsung selama puluhan tahun. Keduanya bahkan pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2009. Meski kontestasi politik telah berakhir, hubungan personal keduanya tetap terpelihara hingga kini.
Baca Juga: Prabowo Tak Persoalkan Pemenang Tender dari PDIP, Sebut Ikuti Teladan Megawati
"Pertemanan dan silaturahim itu terus berlanjut meski Pilpres 2009 telah usai," ujarnya.
Menurut Said, kedekatan tersebut tetap terjaga saat PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2014 yang mempertemukan Jokowi dan Prabowo sebagai rival politik. Ia menilai hubungan keduanya tidak semata-mata dibangun atas dasar persahabatan, tetapi juga didasari oleh sikap kenegarawanan yang kuat.
Ia mencontohkan kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo kepada Megawati untuk tetap menjalankan tugas sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), meskipun PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan.
"Artinya, Presiden Prabowo memandang Ibu Mega memiliki kapasitas kenegarawanan. Demikian pula sebaliknya, sehingga urusan tersebut melampaui politik praktis," ujarnya.
Baca Juga: Tanggapan Puan Maharani soal PDIP Dipuji Prabowo saat Rapat Paripurna
Lebih lanjut, Said menilai Megawati dan Prabowo memiliki kesamaan pandangan dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila serta menjaga arah politik kebangsaan Indonesia. Karena itu, perbedaan posisi politik tidak dipandang sebagai bentuk permusuhan, melainkan bagian dari dinamika demokrasi yang tetap berorientasi pada kepentingan nasional.
Ia juga menegaskan bahwa peran PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tetap mendapat penghormatan dari Presiden Prabowo, termasuk berbagai kritik dan masukan yang disampaikan kader partai tersebut melalui parlemen.
"Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level melampaui politik praktis, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata-mata kekuasaan," kata Said.
(Sumber: Antara)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (1/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Setpres/am. (Antara)