Ntvnews.id, Jakarta - Masinis kereta api (KA) dalam tragedi Bintaro, Slamet Suradio (87), meninggal dunia. Slamet tutup usia pada Rabu, 3 Juni 2026 dini hari.
Slamet meninggal di Cengkareng, Bekasi, Jawa Barat. Pria lansia itu wafat sekitar pukul 01.00 WIB.
Slamet meninggal di rumah anaknya. Ia mengembuskan napas terakhir karena sakit, lantaran sudah berumur.
Rencananya, jenazah Slamet akan dimakamkan di kampung halamannya di Purworejo, Jawa Tengah.
Diketahui, tragedi Bintaro ialah kecelakaan adu banteng dua kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan. Kecelakaan ini melibatkan KA 225 jurusan Rangkasbitung–Jakarta Kota dan KA 220 jurusan Tanah Abang–Merak.
Akibat peristiwa itu, 156 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Tabrakan terjadi gara-gara human error, berupa kesalahan komunikasi antar petugas stasiun dan pelanggaran sinyal. Slamet sendiri merupakan masinis dari KA 225.
Akibat kecelakaan itu, Slamet divonis hukuman 5 tahun penjara, namun akhirnya dibebaskan usai mendapat remisi dan hanya menjalani hukuman sekitar 3,5 tahun di Lapas Cipinang.
Masinis tragedi Bintaro, Slamet Suradio. (Instagram @purworejoku)