Trump Ancam Netanyahu Lewat Istri Agar Tak Lanjutkan Serangan ke Pinggiran Beirut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 14:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan melakukan langkah yang tidak biasa dengan menyampaikan tekanan langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui istrinya, Sara Netanyahu. Upaya tersebut disebut terkait dengan rencana serangan Israel di kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.

Informasi itu pertama kali disampaikan oleh pengusaha Israel Roni Mani, sebagaimana dilaporkan Middle East Monitor pada Jumat (5/6/2026). Laporan tersebut juga mengutip pemberitaan situs berita berbahasa Ibrani, Walla. Mani mengklaim bahwa sumber informasinya berasal dari seorang pejabat senior Gedung Putih.

Menurut penuturan Mani, komunikasi antara Trump dan Sara Netanyahu menjadi bagian dari upaya untuk menghentikan rencana aksi militer Israel di wilayah tersebut.

"Informasi eksklusif saya, melalui sumber saya di Gedung Putih, mengonfirmasi bahwa Trump menghubungi Sara Netanyahu dan menuntut agar dia menjaga Netanyahu atau dia akan memenjarakannya, mengusir Yair dari Amerika Serikat, dan membekukan aset mereka di sana," klaim Mani, merujuk pada putra Netanyahu, Yair, yang diketahui tinggal di Florida, AS, sejak tahun 2023.

Baca Juga: DPR AS Setujui RUU Bantuan Ukraina dan Sanksi Baru terhadap Rusia

Selain tekanan tersebut, Mani juga menyebut adanya tawaran lain yang disampaikan dalam konteks politik jangka panjang. Ia mengklaim Trump menawarkan kemungkinan suaka politik di Amerika Serikat kepada keluarga Netanyahu apabila sang perdana menteri kalah dalam pemilu mendatang.

Masih menurut klaim Mani, Sara Netanyahu kemudian disebut mengonfrontasi Benjamin Netanyahu terkait informasi yang diterimanya. Setelah itu, Netanyahu disebut menghubungi Trump dan akhirnya menyetujui pembatalan rencana serangan ke pinggiran selatan Beirut.

Meski demikian, seluruh klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih, keluarga Netanyahu, maupun pemerintah Israel terkait informasi yang disampaikan Mani.

Laporan ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap hubungan dan ketegangan antara Trump dan Netanyahu, terutama terkait operasi militer Israel di Lebanon.

Sebelumnya, media Amerika Serikat Axios melaporkan dengan mengutip sejumlah pejabat senior Gedung Putih bahwa Trump dan Netanyahu sempat terlibat perdebatan sengit melalui sambungan telepon pada Senin (1/6) waktu setempat. Dalam percakapan tersebut, Trump dilaporkan meluapkan kemarahan atas jatuhnya korban sipil akibat serangan Israel di Lebanon.

"Anda benar-benar gila. Jika bukan karena saya, Anda pasti sudah dipenjara. Saya menyelamatkan Anda. Semua orang membenci Anda sekarang, dan semua orang membenci Israel karena tindakan Anda," kata Trump kepada Netanyahu, seperti diungkapkan para pejabat senior Gedung Putih yang dikutip Axios.

x|close