Israel Bombardir Kota Tyre di Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata, 7 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 16:38
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon, dengan kota Tyre menjadi salah satu titik bombardir meski kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah masih dinyatakan berlaku. Serangan terbaru yang dilancarkan Tel Aviv tersebut menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Menurut sumber dari otoritas pertahanan sipil Lebanon, seperti dilaporkan AFP pada Jumat (5/6/2026), salah satu serangan menghantam area yang berada dekat Rumah Sakit Jabal Amel. Dampaknya, fasilitas medis tersebut mengalami kerusakan ringan akibat ledakan di sekitarnya.

Dalam insiden di sekitar rumah sakit itu, empat orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Serangan berikutnya menyasar kawasan permukiman di wilayah yang sama. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lima orang, termasuk dua anak.

Pada hari yang sama, militer Israel juga merilis peringatan evakuasi baru yang mencakup sembilan kota dan desa di Lebanon selatan. Kantor berita Lebanon, National News Agency (Lebanon), melaporkan bahwa peringatan tersebut mendorong gelombang pengungsian warga dari wilayah terdampak.

Baca Juga: Prabowo Sahkan Perpres Ratifikasi Persetujuan Kopi Internasional

Tyre sendiri diketahui memiliki kehadiran kuat kelompok Hizbullah. Setelah peringatan evakuasi dikeluarkan, banyak warga memilih meninggalkan kota dan mencari perlindungan ke Kota Tua yang lebih kecil, yang sejauh ini belum termasuk dalam area peringatan maupun serangan.

Ketegangan di kawasan ini meningkat sejak pecahnya rangkaian pertempuran pada 2 Maret. Konflik tersebut dipicu setelah Hizbullah melancarkan serangan ke wilayah Israel sebagai respons atas peristiwa sebelumnya yang melibatkan pembunuhan seorang tokoh tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari.

Di tengah eskalasi tersebut, sebuah gencatan senjata bersyarat sempat diumumkan oleh utusan Lebanon dan Israel pada pekan ini. Kesepakatan itu mensyaratkan Hizbullah menghentikan serangan serta mundur dari area dekat perbatasan. Selain itu, militer reguler Lebanon direncanakan ditempatkan di “zona percontohan” baru di wilayah tersebut.

Namun, Hizbullah menolak kesepakatan tersebut dan menegaskan tuntutan agar pasukan Israel ditarik sepenuhnya dari wilayah Lebanon.

Sejak rangkaian pertempuran dimulai pada 2 Maret, Kementerian Kesehatan Beirut mencatat sedikitnya 3.526 orang tewas di wilayah Lebanon hingga 4 Juni waktu setempat.

x|close