Wamenlu: Kehadiran Prabowo di KTT ASEAN-Rusia Masih Dikoordinasikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jun 2026, 20:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno memberikan keterangan mengenai peluang kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda KTT ASEAN-Rusia yang akan diselenggarakan di Kazan, Rusia, pada pekan depan.

Havas mengonfirmasi bahwa perhelatan tersebut memang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026.

"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," ujar Havas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Kendati demikian, Wamenlu belum dapat memastikan apakah Presiden Prabowo akan bertolak ke Rusia untuk menghadiri agenda tersebut.

Ia menyebut kepastian kehadiran Kepala Negara saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan pihak Sekretariat Presiden.

"Kita lagi nunggu agendanya dari sekretariat,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Terima Pimpinan TNI, Perkuat Sinergi Pertahanan dan Percepat Pembangunan hingga Pelosok Negeri

Sebagai catatan, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah melakukan kunjungan ke Moskow, Rusia, pada Minggu, 12 April 2016 untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara.

Saat itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden bertolak menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Jelang tengah malam di hari Minggu ini, 12 April 2026, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia,” ujar Teddy.

Perjalanan tersebut menempuh waktu kurang lebih 12 jam penerbangan nonstop.

"Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya," jelas Seskab Teddy saat itu.

Teddy menambahkan bahwa pertemuan tersebut memiliki nilai strategis bagi Indonesia.

“Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” ungkapnya.

x|close