Mendes Sebut Jumlah Desa Mandiri di Indonesia Naik Jadi 20.503, Pemerintah Genjot Pemerataan Pembangunan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 17:10
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (kiri) dalam rapat bersama Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-Kemendes PDT (Kemendes PDT) Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto (kiri) dalam rapat bersama Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-Kemendes PDT (Kemendes PDT) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkapkan bahwa jumlah desa mandiri di Indonesia mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 20.503 desa.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, Yandri menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, ketika pada 2024 jumlah desa mandiri tercatat sebanyak 17.203 desa.

“Jadi, ada perkembangan sangat bagus Pak Ketua (Komisi V DPR RI). Desa mandiri meningkat ada ribuan, termasuk desa maju, desa berkembangnya berkurang, termasuk desa tertinggalnya berkurang. Jadi, selama setahun ada perkembangan yang sangat bagus,” katanya.

Baca Juga: Wamendes Ahmad Riza Patria Dorong Desa Mandiri Pangan dan Energi

Data Kementerian Desa dan PDT juga mencatat adanya peningkatan jumlah desa maju menjadi 23.579 desa. Sementara itu, desa berkembang mengalami penurunan dan kini berjumlah 21.813 desa, seiring dengan pergeseran status sejumlah wilayah ke kategori lebih maju.

Meski menunjukkan tren positif, Yandri menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan besar, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan di perdesaan yang tercatat sebesar 10,72 persen hingga September 2025. Ia juga menyebut masih terdapat ribuan desa yang tertinggal.

Selain itu, masih terdapat 4.672 desa berstatus tertinggal dan 4.694 desa sangat tertinggal. Tidak hanya itu, sebanyak 5.758 desa juga belum terhubung dengan jaringan listrik PLN, yang menjadi salah satu pekerjaan rumah utama pemerintah.

Yandri menekankan bahwa pembangunan desa akan terus dipercepat mengingat besarnya jumlah penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan. Ia menyebut dari total 75.266 desa di Indonesia, sekitar 202 juta penduduk atau 73 persen populasi tinggal di desa.

Baca Juga: Terpopuler: Prabowo Gelar Ratas, Wamendes Ahmad Dorong Desa Mandiri Pangan dan Energi

“Jumlah desa di Indonesia sebanyak 75.266 desa, ada 202 juta penduduk dan sebesar 73 persen penduduk Indonesia ada di desa,” ujar Mendes Yandri.

Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan di 30 kabupaten tertinggal dari total 416 kabupaten di Indonesia. Permasalahan utama di wilayah tersebut mencakup akses listrik, jaringan komunikasi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga air bersih.

“Hal-hal ini harus segera kita pecahkan. Saya dalam waktu dekat akan melapor kepada Bapak Presiden agar masalah ini menjadi prioritas. Kami juga akan mengundang 30 kepala daerah untuk menghadap secara langsung kepada Bapak Presiden,” ucap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman.

(Sumber: Antara)

x|close