Warga Kebumen Menangis Histeris Ngadu ke Polisi, Aset Usaha Rp250 Juta Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 20:15
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Siti Muhajiroh menangis Histeris Usai Aset Rp250 Juta Hilang saat Lokasi Disegel Siti Muhajiroh menangis Histeris Usai Aset Rp250 Juta Hilang saat Lokasi Disegel (TikTok: @teguh,purnomo093)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan bernama Siti Muhajiroh menangis di ruang Propam Polres Kebumen viral di media sosial.

Melansir akun TikTok @teguh,purnomo093, 10 Juni 2026, Siti mengaku kehilangan aset usaha senilai sekitar Rp250 juta yang sebelumnya berada di dalam sebuah bangunan yang sempat dipasang garis polisi terkait penyidikan kasus investasi bodong.

Menurut keterangan kuasa hukumnya, Siti tidak terlibat dalam perkara investasi bodong yang sedang ditangani aparat kepolisian.

@teguh.purnomo093 Hanya ingin menangis dengan tenang di Polres Kebumen , minta pendampingan Tim Gedung Putih Kebumen @sorotan Itu dilakukan seorang perempuan bernama Siti Muhajiroh. Perempuan yang mengaku tempatnya dipergunakan/disewa oleh N, pimpinan NWS dugaan investasi bodong yang saat ini kasusnya sedang di sidangkan di Pengadilan Negeri Kebumen. Siti Muhajiroh ini merasa dirugikan Polres Kebumen yang melakukan penyitaan , penyegelan tempat dan pemasangan police line , namun ternyata sebagian barangnya hilang entah kemana, padahal menurut wanita itu, barang barang yang hilang tidak ada hubungannya dg dugaan investasi bodong tersebut. Siti kehilangan ini akibat dari kecerobohan polisi dalam pengamanan TKP.. Maka tadi mengis sejadi jadinya di Ruang Propam Polres Kebumen #viral #pengikut #semuaorang ♬ suara asli - Teguh Purnmo

Namun, bangunan yang disewanya masuk dalam area yang menjadi bagian dari proses penanganan kasus tersebut sehingga sejumlah peralatan usaha miliknya tertinggal di dalam lokasi saat penyegelan dilakukan.

Kuasa hukum Siti menjelaskan bahwa selama proses penyegelan, kliennya tidak dapat mengambil barang-barang yang berada di dalam bangunan tersebut. Belakangan, sebagian aset yang sebelumnya tersimpan di lokasi disebut sudah tidak ditemukan.

Baca JugaKemenag Perketat Izin Operasional Pesantren untuk Lindungi Hak Anak dan Cegah Kekerasan

Merasa tidak mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan barang-barang miliknya, Siti bersama kuasa hukumnya mendatangi Polres Kebumen untuk menyampaikan aduan terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan sekaligus meminta kepastian mengenai aset usahanya yang hilang.

Tangisan Siti di ruang Propam disebut sebagai bentuk kekecewaan setelah berulang kali berusaha mencari kejelasan terkait nasib aset usaha yang menurutnya seharusnya tetap terjaga selama lokasi berada dalam pengawasan aparat.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Siti terlihat menangis sambil menyampaikan keluhannya.

“Seharusnya kan dijaga, Pak, bukan dibiarkan hilang. Tolonglah, Pak, saya sudah tidak punya apa-apa,” ujar Siti dalam rekaman tersebut.

Video itu viral setelah diunggah oleh salah satu akun Instagram dan telah ditonton ratusan ribu kali. Unggahan tersebut juga memicu berbagai tanggapan dari warganet yang menyoroti hilangnya aset usaha di lokasi yang sebelumnya berada dalam status penyegelan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait klaim hilangnya aset milik Siti maupun perkembangan penanganan aduan yang telah disampaikan ke Propam Polres Kebumen.

x|close