Sosok Putri Raja Thailand yang Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun, Sempat Koma 3 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 13:38
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Putri Raja Thailand Putri Raja Thailand (Bangkok Post)

Ntvnews.id, Jakarta - Putri sulung Raja Thailand, Bajrakitiyabha Mahidol, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani masa perawatan panjang selama lebih dari tiga tahun akibat kondisi kesehatannya. Kabar duka tersebut diumumkan pihak Istana Thailand pada Jumat (12/6/2026).

Bajrakitiyabha Mahidol, yang akrab disapa Putri Bha, lahir pada 7 Desember 1978. Ia merupakan anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali.

Di lingkungan Kerajaan Thailand, Putri Bha dikenal sebagai sosok dengan latar belakang akademis yang kuat. Ia menempuh pendidikan di bidang hukum dan berhasil meraih dua gelar pascasarjana dari Universitas Cornell di Amerika Serikat.

Karier profesionalnya juga berkembang di luar lingkungan kerajaan. Setelah menyelesaikan pendidikan, Putri Bha sempat bertugas di misi Thailand untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Sekembalinya ke Thailand, ia bekerja di Kantor Jaksa Agung di Bangkok serta sejumlah penugasan lainnya di berbagai wilayah negara tersebut.

Pengalaman diplomatik Putri Bha semakin menonjol ketika ia dipercaya menjabat sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria pada periode 2012 hingga 2014. Dalam posisi tersebut, ia berperan membangun hubungan dengan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

Selain kiprahnya di bidang hukum dan diplomasi, Putri Bha juga dikenal aktif menyuarakan isu reformasi sistem pemasyarakatan. Perhatiannya tertuju pada kelompok perempuan rentan yang berakhir di penjara, di tengah tingginya jumlah narapidana perempuan di Thailand.

Baca Juga: Mobil Hantam Pembatas Jalan di Flyover Kalibata Jaksel, Lalin Sempat Lumpuh

Setelah kembali ke Thailand, ia mengemban peran sebagai Duta Besar UNODC untuk Penegakan Hukum di Asia Tenggara. Dalam kapasitas itu, Putri Bha terus mendorong reformasi sistem peradilan pidana Thailand. Ia memberikan perhatian terhadap praktik pemberian hukuman berat kepada mereka yang dijatuhi vonis atas kasus kepemilikan narkoba dalam kategori relatif ringan.

Kepercayaan besar dari lingkungan kerajaan juga terlihat pada tahun 2021 ketika Raja Vajiralongkorn menunjuk Putri Bha sebagai kepala staf pengawal pribadinya. Penunjukan tersebut sekaligus memberinya pangkat jenderal.

Di luar aktivitas resmi kerajaan dan pemerintahan, Putri Bajrakitiyabha dikenal sebagai penggemar kebugaran. Ia kerap mengikuti berbagai kegiatan lari jarak jauh.

Kapasitas, pengalaman, serta kepercayaan yang diberikan sang ayah membuat nama Putri Bha kerap muncul dalam berbagai spekulasi mengenai masa depan suksesi kerajaan Thailand. Di mata banyak pendukung monarki Thailand, ia dipandang sebagai salah satu figur paling menjanjikan untuk meneruskan peran ayahnya, baik sebagai ratu maupun sebagai wali yang dapat mendampingi Pangeran Dipangkorn.

Namun perjalanan hidupnya berubah pada akhir 2022 ketika kondisi kesehatannya memburuk. Putri Bha kemudian menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga tahun. Biro Rumah Tangga Kerajaan menyebut sang putri mengalami infeksi perut dan "kondisinya terus memburuk".

"Dia meninggal dunia dengan tenang pada Kamis malam," demikian pengumuman pihak Istana.

Jenazah Putri Bajrakitiyabha akan disemayamkan di Istana Agung Bangkok. Pihak kerajaan menyatakan prosesi pemakaman akan dilaksanakan "dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi kerajaan".

Kepergian Putri Bha menandai berakhirnya perjalanan seorang anggota keluarga kerajaan yang selama hidupnya dikenal melalui prestasi akademis, karier hukum, tugas diplomatik, serta keterlibatannya dalam berbagai isu reformasi sistem peradilan di Thailand.

x|close