Trump Umumkan Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Dijadwalkan Hari Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jun 2026, 12:30
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan sebuah langkah besar yang berpotensi mengubah peta geopolitik Timur Tengah. 

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu 13 Juni 2025, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan akan menandatangani kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik berkepanjangan pada Minggu 14 Juni.

"Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok," tulis Trump, dalam keterangan resminya.

Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur logistik minyak dunia yang paling vital. Trump menyatakan bahwa normalisasi hubungan ini akan segera diikuti dengan terbukanya kembali akses di selat tersebut, yang selama ini sering menjadi titik panas konfrontasi militer.

Terkait isu nuklir yang menjadi inti perselisihan, Trump mengklaim bahwa Teheran telah setuju untuk menghentikan ambisi senjatanya. 

"Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya," ujar sang Presiden. 

Ia juga menambahkan bahwa militer atau tim ahli AS "akan masuk dan mengambil debu nuklir" pada waktu yang dianggap tepat sebagai bagian dari proses verifikasi setelah situasi sepenuhnya kondusif.

Dalam narasinya, Trump memberikan penekanan kuat bahwa kesepakatan kali ini sangat berbeda dengan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tahun 2015 di masa pemerintahan Barack Obama. Ia menegaskan tidak akan ada transfer dana dari AS ke Iran dalam kesepakatan baru ini.

"Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan kali ini," tegas Trump. 

Kabar mengenai perdamaian ini juga dikonfirmasi oleh pihak internasional. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa prosesi tersebut kemungkinan besar akan dilakukan secara digital.

"Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok," bunyi pernyataan resmi kementerian tersebut melalui platform X.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut memperkuat pernyataan tersebut dengan mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati oleh kedua belah pihak setelah serangkaian negosiasi intensif.

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memberikan sinyal optimisme yang sama, meski tetap menyisipkan catatan teknis yang tegas. Araghchi menyebut bahwa Teheran dan Washington belum pernah berada dalam posisi sedekat ini untuk mencapai nota kesepahaman (MoU).

Namun, Iran tetap bersikeras pada satu syarat utama mengenai kedaulatan teknologi mereka. Araghchi menegaskan bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri, bukan dikirim ke luar negeri.

(Sumber: Antara)

x|close