Swedia Kerahkan Jet Tempur untuk Cegat Pesawat Tempur Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 04:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Jet tempur Angkatan Udara Inggris Typhoon Eurofighter mendemonstrasikan pencegatan pesawat angkatan udara Belgia saat mereka terbang di atas Inggris, Selasa 14 Januari 2020, sebagai bagian dari latihan NATO untuk menghalangi pesawat Rusia Ilustrasi - Jet tempur Angkatan Udara Inggris Typhoon Eurofighter mendemonstrasikan pencegatan pesawat angkatan udara Belgia saat mereka terbang di atas Inggris, Selasa 14 Januari 2020, sebagai bagian dari latihan NATO untuk menghalangi pesawat Rusia (Antara)

Ntvnews.id, Moskow Otoritas Swedia mengungkapkan bahwa mereka mengerahkan dua jet tempur JAS 39 Gripen guna mengintersepsi dua pesawat tempur Rusia yang terbang di atas Laut Baltik dekat wilayah udara negara tersebut.

Dilansir dari AFP, Senin, 15 Juni 2026, dua insiden terpisah itu terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 lalu masing-masing di kawasan selatan dan utara Laut Baltik.

Militer Swedia menyatakan bahwa sejumlah pesawat tempur NATO turut diterbangkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan ruang udara bersama.

"untuk menjaga keamanan di wilayah udara bersama," kata militer Swedia dalam keterangannya.

Meski demikian, pihak militer menegaskan bahwa tidak terjadi pelanggaran wilayah udara Swedia dalam kedua insiden tersebut.

Baca Juga: 12 Rudal Iran Serang Jet Tempur AS di Yordania

Wakil Laksamana Ewa Skoog Haslum menilai aktivitas pesawat Rusia itu sebagai tindakan yang serius dan mencerminkan pola yang terus berulang.

"Tindakan Rusia tersebut serius dan merupakan pola perilaku berulang yang mengancam integritas teritorial dan keamanan kita," kata Haslum dalam pernyataan resmi militer.

Swedia resmi bergabung dengan NATO pada Maret 2024, memperkuat kerja sama pertahanannya dengan negara-negara Barat.

Situasi keamanan di kawasan Laut Baltik sendiri terus menjadi sorotan sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022. Sejak saat itu, ketegangan militer di wilayah tersebut meningkat, termasuk aktivitas patroli udara dan laut yang melibatkan Rusia serta negara-negara anggota NATO.

x|close