16 Tahun Kiprah Generasi Berencana Miliki 3 Peran Krusial Menuju Indonesia Emas 2045

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 14:27
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga), I Putu Arya Aditia Utama (Ketua Umum Genre Indonesia) Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga), I Putu Arya Aditia Utama (Ketua Umum Genre Indonesia) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Genre (Generasi Berencana) Indonesia genap berusia 16 tahun. Dalam sebuah momen penuh khidmat yang dihadiri oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), Ketua Umum Genre Indonesia, I Putu Arya Aditia Utama, merefleksikan perjalanan panjang organisasi ini sebagai motor penggerak remaja di seluruh penjuru Tanah Air.

Dalam sambutannya, Arya menganalogikan usia 16 tahun Genre seperti seorang remaja yang duduk di bangku SMA masa transisi yang penuh semangat namun tetap membutuhkan bimbingan.

“Sudah 16 tahun kami berproses. Kalau kata Bunda Isyana, ini usia SMA, remaja menengah yang terkadang masih labil. Kami menyadari organisasi ini masih butuh banyak arahan agar semakin matang dan dewasa, sehingga aksi nyata yang kami berikan benar-benar dirasakan manfaatnya dari, oleh, dan untuk remaja Indonesia,” ujar Arya di kantor Kemendukbangga, 15 Juni 2026.

Amplifikator, dan Akselerator, Selama 16 tahun berdiri, Arya menegaskan bahwa Genre Indonesia telah berhasil menjalankan tiga peran krusial di tengah masyarakat, yakni sebagai Aktor, Amplifikator, dan Akselerator. Sebagai aktor, kader Genre tidak hanya berteori di ruang rapat, tetapi terjun langsung ke lapangan. 

“Setiap hari melalui media sosial, saya melihat teman-teman di kabupaten/kota hingga PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) bergerak dari sekolah ke sekolah, dari kampung ke kampung untuk memberikan edukasi,” jelasnya.

Sebagai amplifikator, Genre menjadi pengeras suara bagi pesan-pesan positif BKKBN. Di tengah arus pesimisme, Genre konsisten menyuarakan narasi optimisme bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, melainkan masa depan yang sedang dibangun.

Sementara sebagai akselerator, Genre membantu remaja melalui lima transisi kehidupan. Terbukti, alumni Genre yang berproses sejak 2010 kini telah bertransisi menjadi orang tua yang hebat, memiliki karier yang mapan, dan menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Arya juga membagikan rahasia Genre Indonesia dalam mengawal masa depan bangsa melalui tiga modal utama:

1. Visi: Membantu remaja merencanakan masa depan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

2. Aksi: Langkah nyata melalui advokasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga isu terkini seperti isu fatherless.

3. Frekuensi: Menyamakan persepsi dan semangat di seluruh tingkatan organisasi agar tetap solid dalam satu resonansi yang sama.

Salah satu agenda besar yang paling dinantikan adalah penyelenggaraan Adujaknas (Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional). Arya mengumumkan bahwa pada tahun 2026, agenda akbar ini akan mengusung tajuk "Adiwarna Nusantara".

“Adujaknas bukan sekadar pertemuan, melainkan ajang untuk menyatukan frekuensi. Saat kita berkumpul, ada getaran suara dan semangat khidmat yang membuat kita optimis bahwa Indonesia akan lebih baik,” tegas Arya.

Ia juga mengajak seluruh mitra strategis untuk berkolaborasi dan gotong royong dalam menyukseskan Adujaknas 2026. Menurutnya, kesuksesan pembangunan remaja tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan harus melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Menutup sambutannya, Arya melaporkan kesiapan rekan-rekan dari berbagai provinsi, mulai dari Sumatera Selatan hingga Sulawesi Tengah, yang mengikuti acara secara hybrid.

Ia berharap arahan langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dapat menjadi kompas bagi Genre Indonesia untuk melangkah lebih jauh di usia yang ke-16 ini.

“Kami sudah hadir di jalur yang tepat. Tinggal dibina dan dimaksimalkan,” pungkasnya.

Genre Indonesia membuktikan bahwa dengan perencanaan yang matang, remaja bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama yang akan membawa Indonesia menuju puncak kejayaannya.

Baca Juga: Bank Jakarta Sabet 7 Penghargaan Digital Brand

x|close