DPR Dukung Gaji Guru Rp30 Juta, Asal...

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 12:44
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Demo guru honorer di depan Gedung DPR RI. Demo guru honorer di depan Gedung DPR RI.

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendukung usulan gaji guru hingga mencapai Rp30 juta per bulan. Menurut Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih, hal itu merupakan gagasan yang baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Walau begitu, kata dia, gagasan tersebut memerlukan pembahasan teknis yang mendalam agar dapat diterapkan secara realistis.

"Kesejahteraan guru memang menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Namun, tidak semua gagasan yang baik dapat langsung diterapkan pada kondisi saat ini. Karena itu, perlu pembahasan yang lebih serius, intensif, dan teknis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan," ujar Fikri, Rabu, 24 Juni 2026.

Baca Juga: VIDEO: Bikin Deg-degan! Guru SD Harus Melewati Jembatan Gantung Demi Sampai ke Sekolah

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik harus menjadi prioritas pemerintah. Walau begitu, ia mengingatkan bahwa sektor pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk belum adanya skema yang pasti untuk merealisasikan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-XXII/2024 terkait program pendidikan dasar dan menengah gratis.

Fikri mengatakan, peningkatan kesejahteraan pendidik tidak hanya menyasar guru, tetapi juga dosen. Karena, kedua profesi itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional.

"Artinya, usulan tersebut juga harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen," kata dia.

Adapun hal ini dinyatakan Fikri, merespons usulan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Gita Wirjawan mengusulkan kenaikan gaji guru hingga Rp30 juta per bulan. Menurut Gita, peningkatan kesejahteraan guru merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Fikri mengingatkan bahwa implementasi kebijakan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang. Berdasarkan berbagai perhitungan, kenaikan gaji bagi sekitar 3,5 juta guru diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp360 triliun per tahun.

"Secara teknis operasional, kita masih menghadapi banyak tantangan. Jangan sampai publik menilai kita hanya kuat dalam tataran konsep, tetapi kesulitan ketika memasuki tahap pelaksanaan yang lebih terperinci," tuturnya.

Atas itu, Fikri mendorong pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan guna membahas usulan tersebut secara komprehensif agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan pendidik sekaligus memperkuat kualitas pendidikan nasional.

x|close