Vietnam Bangun Fregat Antikapal Selam Terbesar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Agu 2026, 05:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Vietnam Bendera Vietnam (Istimewa)

Ntvnews.id, Hanoi - Vietnam mulai membangun fregat antikapal selam yang disebut sebagai kapal terbesar dan paling canggih yang pernah dikembangkan negara tersebut. Kapal ini dirancang memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi sekaligus menghadapi kapal selam asing.

Dilansir dari DW, Rabu, 12 Agustus 2026, Kabar mengenai pembangunan kapal tersebut disampaikan media militer Vietnam. Fregat itu dibuat di galangan kapal Song Thu yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Vietnam di Kota Danang.

Surat kabar Quan Doi Nhan Dan pada Senin, 10 Agustus 2026 melaporkan kapal tersebut akan menggunakan persenjataan dan sistem militer yang dikembangkan serta diproduksi di dalam negeri.

Pembangunan fregat ini berlangsung ketika ketegangan antara China dan sejumlah negara yang berada di sekitar Laut China Selatan terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, kapal Penjaga Pantai China dilaporkan terlibat dalam sejumlah insiden dengan kapal pemerintah Filipina. China juga menggelar latihan militer di sekitar kawasan tersebut.

Vietnam sendiri telah lama menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam sengketa maritim dengan China dan sejumlah negara lain di Laut China Selatan. Di tengah situasi itu, Hanoi berusaha memperkuat kemampuan produksi alutsista secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor peralatan militer, yang selama ini sebagian besar berasal dari Rusia.

Pemerintah Vietnam menyatakan proyek fregat tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya industri pertahanan yang "otonom, mandiri, serbaguna, dan modern."

Grup telekomunikasi dan teknologi yang dikelola militer Vietnam, Viettel, bersama sejumlah lembaga penelitian dan manufaktur pertahanan lainnya, turut mendukung Angkatan Laut Vietnam dan galangan Song Thu dalam pengerjaan kapal tersebut.

Baca Juga: Vietnam Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 Usai Tekuk Kamboja 3-1

Dukungan itu mencakup pengembangan hingga pemasangan sistem persenjataan dan berbagai perangkat militer yang akan digunakan fregat.

Modernisasi Angkatan Laut Vietnam sendiri telah berlangsung secara besar-besaran selama beberapa dekade. Selain mengoperasikan kapal selam kelas Kilo dan fregat kelas Gepard yang diproduksi Rusia, Vietnam juga terus mengembangkan serta memperbanyak kapal rudal dan kapal patroli hasil produksi dalam negeri.

Vietnam juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Vietnam International Defence Expo pada akhir tahun depan. Pameran pertahanan yang digelar setiap dua tahun sejak 2020 itu menjadi salah satu sarana bagi Hanoi untuk memperluas kemitraan pertahanan sekaligus mencari alternatif pemasok peralatan militer.

Vietnam Perkuat Kerja Sama Militer dengan Australia

Di tengah upaya memperkuat kemampuan pertahanan dalam negeri, Vietnam juga memperluas hubungan militernya dengan Australia.

Presiden Vietnam To Lam bertemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Canberra pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyatakan komitmen untuk meningkatkan kerja sama pertahanan, termasuk melalui latihan militer bersama dan penguatan dukungan terhadap keamanan maritim.

Kerja sama tersebut dilakukan di tengah meningkatnya pengaruh Beijing di kawasan Pasifik dan Laut China Selatan.

Ilustrasi - Kapal perang berlayar di Laut Kaspia.  <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Kapal perang berlayar di Laut Kaspia. (Antara)

"Industri pertahanan serta angkatan bersenjata kami bekerja sama lebih erat lagi," kata Albanese kepada wartawan setelah bertemu dengan pemimpin tertinggi Vietnam tersebut.

"Dunia yang penuh ketidakpastian saat ini berarti pentingnya interaksi antar negara sahabat di semua tingkatan dari ekonomi, sosial, hingga lingkungan hidup guna menghadapi tantangan yang ada di hadapan kita," tambahnya.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan peningkatan hubungan pertahanan dengan Vietnam akan "secara langsung berkontribusi pada stabilitas dan keamanan kawasan."

Kunjungan To Lam ke Australia berlangsung ketika kedua negara menghadapi kekhawatiran yang semakin besar terhadap penguatan kapasitas militer China di kawasan.

Australia sendiri tengah melakukan peningkatan kemampuan militernya secara besar-besaran yang disebut sebagai "ekspansi sekali dalam satu generasi". Canberra juga memperkuat hubungan pertahanannya dengan Amerika Serikat, termasuk melalui peningkatan kehadiran pasukan AS di Australia sebagai upaya mengimbangi kekuatan militer China di kawasan.

Penguatan hubungan pertahanan Australia dan Vietnam juga dibarengi sejumlah kesepakatan untuk meningkatkan "ketahanan ekonomi" serta membuka kembali akses pasar Vietnam bagi produk daging hewan buruan Australia.

TERKINI

Ini Syarat-syarat Iran ke AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 05:20 WIB

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 17 Agustus

Nasional Rabu, 12 Agu 2026 | 05:00 WIB

Vietnam Bangun Fregat Antikapal Selam Terbesar

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 05:00 WIB

Ribuan Warga Gaza Masih Menanti Evakuasi Medis

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 04:00 WIB

Kebakaran Hantam Pabrik di Duren Sawit

Metro Rabu, 12 Agu 2026 | 03:59 WIB

Suriah Jatuhkan Hukuman Mati ke Eks Presiden Bashar Al Assad

Luar Negeri Rabu, 12 Agu 2026 | 03:51 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close