10 Asosiasi Desa Deklarasikan Dukungan untuk MBG dan KDKMP di Hadapan Mendes PDT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 14:27
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disampaikan oleh 10 organisasi desa saat bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang penyampaian komitmen bersama untuk mengawal dua program prioritas pemerintah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yandri menjelaskan bahwa implementasi MBG dan KDKMP telah mendorong munculnya berbagai desa dengan potensi unggulan yang lebih terarah.

"Program MBG dan KDKMP telah mendorong lahirnya berbagai desa tematik, seperti desa melon, desa jagung, desa beras, desa nila, desa ayam pedaging, dan desa ayam petelur," kata Mendes Yandri Susanto.

Sepuluh organisasi yang hadir dalam pertemuan tersebut meliputi Papdesi, Apdesi Merah Putih, PP PPDI, Apdesi, DPN PPDI, PABPDSI, Abpednas, Kompakdesi, AKSI dan Gema Desa.

Baca Juga: Qodari Sebut Tiap Gerai KDKMP Rekrut 17 Pekerja Lokal, Bisa Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja di Seluruh Indonesia

Menurut Yandri, pelaksanaan MBG juga melibatkan banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Kehadiran program itu dinilai semakin mempermudah masyarakat desa dalam memperoleh asupan makanan bergizi, termasuk telur dan daging ayam.

Ia menambahkan bahwa manfaat program tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat, tidak hanya dari sisi pemenuhan gizi tetapi juga pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

"Semenjak ada MBG, alhamdulillah, mereka merasakan manfaatnya. Termasuk tadi lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Nah, termasuk juga tadi Koperasi Desa Merah Putih," kata Yandri Susanto.

Baca Juga: PBNU Dukung Keberlanjutan MBG: Ini Program Sangat Mulia

Lebih lanjut, Yandri menyebut seluruh asosiasi desa yang hadir menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung dan mengawal keberlangsungan program MBG maupun KDKMP. Ia berharap koperasi desa dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan di desa.

Menurutnya, skema koperasi tersebut juga akan memberikan manfaat langsung bagi desa. Sebanyak 20 persen sisa hasil usaha akan menjadi pendapatan asli desa, sedangkan sisanya akan kembali kepada masyarakat.

"Dan termasuk akan mengurangi pengangguran di desa karena tenaga kerja yang akan bekerja di Kopdes itu diambil dari desa setempat," kata Yandri Susanto.

Sementara itu, Ketua Papdesi, Wargiyati, yang mewakili seluruh asosiasi desa, menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kedua program tersebut.

Baca Juga: 1.061 KDKMP Beroperasi, Prabowo: Ada Sembako, Elpiji, Pupuk, Obat hingga Kredit Murah

"Kami asosiasi desa mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lokomotif penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan menuntaskan angka kemiskinan," kata Wargiyati.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan MBG dan KDKMP sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

(Sumber: Antara)
 
x|close