Mantan Bos Taufik Hidayat Tagih Hadiah Sayembara Rp250 Juta, Minta Diberikan ke Korban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 10:44
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik Hidayat yang berperan dalam proses penyerahan diri tersangka kepada kepolisian. Dadang Ahyar Ismail (53), mantan atasan Taufik Hidayat yang berperan dalam proses penyerahan diri tersangka kepada kepolisian. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan atasan Taufik Hidayat, Dadang Ahyar Ismail, meminta hadiah sayembara senilai Rp250 juta yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diberikan kepada korban kasus penyiksaan yang dilakukan Taufik.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Taufik Hidayat, tersangka penyiksaan terhadap seorang perempuan selama tiga tahun, berhasil diamankan polisi setelah sempat menjadi buronan.

Dadang mengaku dirinya berperan dalam proses penyerahan diri Taufik kepada aparat kepolisian. Menurut dia, pelaku akhirnya memutuskan menyerahkan diri setelah melakukan komunikasi dengannya dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi sayembara yang pernah diumumkan Dedi Mulyadi bagi pihak yang dapat membantu menangkap Taufik, Dadang mengatakan hadiah tersebut sebaiknya disalurkan kepada korban.

"Alhamdulillah akan saya terima dan saya kasihkan ke korban atau Pak KDM langsung kasih ke korban," katanya, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Petani Papua Terbang ke Gorontalo demi Bertemu Prabowo dan Belajar Teknologi Pertanian

Sebelum dibawa petugas ke Markas Polda Jawa Barat, Taufik diketahui lebih dulu mendatangi rumah Dadang di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kedatangan Taufik dilakukan untuk meminta saran sekaligus perlindungan hukum di tengah kasus yang menyeret namanya menjadi sorotan publik.

Dadang mengungkapkan bahwa Taufik merupakan mantan bawahannya saat bekerja di sebuah perusahaan di Kota Bandung. Ia mengatakan komunikasi antara dirinya dan Taufik telah berlangsung selama sekitar sepekan sebelum pelaku akhirnya menyerahkan diri.

Menurut Dadang, Taufik beberapa kali menghubunginya dan mengaku tertekan setelah kasus tersebut viral secara nasional.

"Beberapa hari lalu menelepon saya, dia bilang, 'Saya viral, Pak, se-Indonesia. Saya minta perlindungan, Pak.' Sampai pada akhirnya dia bilang mau menyerahkan diri," kata Dadang, Rabu.

Pernyataan Dadang tersebut sekaligus menjadi dasar klaimnya bahwa ia turut berperan dalam membujuk Taufik untuk menghentikan pelariannya dan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Karena itu, ia berharap hadiah sayembara yang dijanjikan dapat diberikan dan pada akhirnya disalurkan kepada korban kasus penyiksaan tersebut.

x|close