Ntvnews.id, Abu Dhabi - Otoritas United Arab Emirates menyampaikan permintaan maaf pada Jumat, 26 Juni 2026 setelah secara tidak sengaja mengirimkan pesan peringatan mengenai potensi serangan rudal. Kesalahan tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat UEA.
Dilansir dari AFP, Minggu, 28 Juni 2026, pesan resmi yang dikirimkan ke ponsel warga UEA berisi peringatan tentang "potensi ancaman rudal" dan disertai suara sirene yang keras. Peringatan itu menjadi notifikasi darurat pertama yang diterima masyarakat UEA dalam lebih dari satu bulan terakhir.
Sebelumnya, peringatan semacam itu cukup sering diterima warga selama konflik di Timur Tengah berlangsung, terutama ketika Iran meluncurkan lebih dari 2.800 drone dan rudal ke arah UEA, yang sebagian besar berhasil dicegat.
Namun, tidak lama setelah peringatan tersebut dikirimkan pada Jumat, 26 Juni 2026, otoritas UEA mengeluarkan pemberitahuan lanjutan yang meminta masyarakat untuk "mengabaikan peringatan sebelumnya".
Otoritas penanganan darurat UEA kemudian secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Baca Juga: Drone Serang Pembangkit Nuklir Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Hebat
"Otoritas Nasional Manajemen Krisis dan Bencana Darurat serta instansi-instansi terkait memohon maaf atas gangguan teknis yang tidak disengaja ini," demikian pernyataan otoritas UEA yang disampaikan melalui platform media sosial X.
Pihak berwenang menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh "gangguan teknis mendadak pada sistem peringatan dini" yang kini telah "ditangani oleh otoritas terkait".
Sebagai salah satu negara Teluk yang menjadi tuan rumah bagi pasukan militer Amerika Serikat, UEA termasuk negara yang berada di garis depan ancaman serangan balasan Iran atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
Di tengah situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan kunjungan ke Abu Dhabi pada pekan ini. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik Washington untuk meyakinkan negara-negara Teluk yang terdampak konflik terkait proses perundingan damai dengan Iran.
Insiden kesalahan sistem peringatan ini kembali menyoroti tingginya tingkat kewaspadaan negara-negara Teluk di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Ilustrasi negara Uni Emirat Arab (UAE)./ANTARA/Anadolu/py (Antara)