Ntvnews.id, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program Ojol Pelopor KITA Jakarta 2026 melalui kegiatan Kick Off Pemilihan Awak Angkutan Umum Teladan dan Ojol Pelopor KITA yang digelar di kantor PT Transportasi Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 pengemudi ojek online (ojol) dan taksi dari berbagai perusahaan transportasi, seperti Goto, Grab, Maxim, Shopee, inDrive, Bluebird, dan Green SM. Program tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah, operator transportasi, perusahaan aplikasi, serta komunitas pengemudi dalam membangun budaya keselamatan berkendara di Ibu Kota.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
"Forum ini kami harapkan menjadi titik awal kolaborasi antara Dinas Perhubungan, perusahaan aplikasi, dan komunitas pengemudi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu kami ingin membangun komitmen bersama agar keselamatan berlalu lintas, ketertiban ruang jalan, dan kenyamanan bermobilitas dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan," ujar Budi.
Selain menghadirkan narasumber dari Kepolisian, Satpol PP, dan pengamat transportasi, kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans). Kehadiran dua instansi tersebut memberikan kemudahan bagi para pengemudi untuk mengakses berbagai layanan administrasi secara langsung.
Pengemudi dapat memanfaatkan layanan pencetakan KTP yang rusak, pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), informasi pelatihan kerja, hingga berbagai layanan ketenagakerjaan lainnya tanpa harus datang ke kantor pelayanan masing-masing.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin (Dishub DKI)
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah pengemudi ojek online aktif maupun semiaktif di Jakarta diperkirakan mencapai 200.000 hingga 300.000 orang. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam ekosistem transportasi perkotaan, terutama sebagai penghubung layanan first mile dan last mile menuju transportasi publik.
Melihat peran strategis tersebut, Dishub DKI mengajak seluruh pengemudi ojol untuk menjadi pelopor keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas, memanfaatkan titik jemput resmi (pick-up point), mengutamakan keselamatan dibanding mengejar target perjalanan, serta menjaga etika pelayanan kepada pelanggan.
Budi menegaskan bahwa Program Ojol Pelopor KITA Jakarta tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan kepada pengemudi teladan, tetapi juga membangun budaya keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan.
"Program Ojol Pelopor KITA Jakarta bukan sekadar penghargaan. Ini merupakan upaya membangun kolaborasi jangka panjang agar semakin banyak pengemudi yang menjadi teladan dalam keselamatan berkendara, ketertiban berlalu lintas, dan pelayanan kepada masyarakat. Harapan kami, lalu lintas Jakarta semakin lancar, parkir liar semakin berkurang, dan masyarakat dapat bermobilitas dengan lebih aman dan nyaman," ungkapnya
Melalui program tersebut, para peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan berkendara, etika pelayanan, disiplin berlalu lintas, hingga pemahaman mengenai sistem transportasi perkotaan.
Untuk diketahui, program ini mengadopsi pendekatan yang selama ini dikenal melalui program "Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas", yakni membentuk peserta terpilih melalui proses seleksi, pembekalan, dan kampanye keselamatan sehingga mampu menjadi teladan di lingkungannya masing-masing.
Bedanya, program ini menyasar komunitas pengemudi ojek online yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memiliki peran penting dalam ekosistem transportasi Jakarta.
Dishub DKI Luncurkan Program Ojol Pelopor (Dishub DKI)