Ntvnews.id, Washington D.C - Donald Trump Jr. dan Eric Trump, putra Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dilaporkan berpotensi memperoleh keuntungan finansial dari proyek pertambangan di Kazakhstan yang mendapat dukungan pemerintah Amerika Serikat. Hal tersebut terungkap dalam hasil investigasi yang dilakukan kantor berita The New York Times (NYT).
Laporan tersebut menyebut pemerintahan Trump berhasil mencapai kesepakatan yang memberikan akses kepada perusahaan Kaz Resources untuk mengelola salah satu cadangan tungsten terbesar di dunia yang hingga kini belum dikembangkan di Kazakhstan.
Proyek tambang itu juga disebut telah memperoleh indikasi awal pendanaan hingga 1,6 miliar dolar AS dari sejumlah lembaga pemerintah Amerika Serikat, meskipun masih menunggu proses persetujuan lanjutan.
Menurut investigasi tersebut, Presiden Donald Trump turut terlibat dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, bersama Menteri Perdagangan Howard Lutnick guna membantu menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Beberapa pekan setelah proses negosiasi berlangsung, investor yang memiliki keterkaitan dengan Dominari Securities, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Donald Trump Jr. dan Eric Trump, diketahui membeli saham pada entitas yang terhubung dengan proyek pertambangan tersebut.
Dikutip dari Press TV, Selasa, 30 Juni 2026, investigasi itu juga mengungkap bahwa Cantor Fitzgerald, bank investasi yang sebelumnya dipimpin Howard Lutnick dan kini dikelola oleh putranya, Brandon dan Kyle Lutnick, membantu menggalang pendanaan sebesar 210 juta dolar AS bagi salah satu mitra investasi proyek tersebut. Langkah tersebut dinilai berpotensi menghasilkan keuntungan jutaan dolar dalam bentuk biaya jasa.
Baca Juga: Ini Peran 7 Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Karyawan Percetakan di Jakpus
The New York Times menyebut proyek tambang di Kazakhstan bukanlah satu-satunya kasus yang melibatkan jaringan bisnis keluarga Trump. Media itu mengidentifikasi sedikitnya 14 perusahaan pertambangan yang memiliki hubungan finansial dengan keluarga Trump maupun Cantor Fitzgerald, sementara perusahaan-perusahaan tersebut secara bersamaan mengajukan izin atau bantuan pendanaan kepada pemerintahan Trump dengan total nilai yang telah disetujui atau masih dalam tahap pertimbangan mencapai lebih dari 8,9 miliar dolar AS.
Pemerintah AS membantah adanya konflik kepentingan atau pelanggaran dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Trump.
"Satu-satunya kepentingan yang menjadi pedoman pemerintahan Trump dalam mengambil keputusan adalah kepentingan terbaik bagi rakyat Amerika," ujar Desai.
Ia menambahkan bahwa upaya pengamanan rantai pasok mineral strategis merupakan bagian penting dari agenda keamanan nasional Amerika Serikat.
Di sisi lain, Partai Demokrat mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap skema pendanaan proyek-proyek tersebut. Anggota Kongres AS, Maxine Dexter, menilai Kongres perlu memastikan bahwa dana publik digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk memberikan keuntungan kepada keluarga yang memiliki hubungan dengan pejabat pemerintahan.
Investigasi itu juga mengaitkan proyek Kazakhstan dengan sejumlah investasi lain yang melibatkan keluarga Trump. Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa putra-putra Trump terlibat dalam proyek mata uang kripto bernilai miliaran dolar. Selain itu, Donald Trump Jr. juga diketahui menanamkan investasi pada perusahaan rintisan pertambangan Vulcan Elements, yang kemudian memperoleh komitmen pendanaan federal hampir 700 juta dolar AS untuk memperluas kegiatan produksinya di North Carolina.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)