Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah dimasukkan ke dalam daftar target pembunuhan oleh Israel.
"(Mojtaba) sudah ditandai untuk dibunuh," ujar Katz, seperti dikutip dari Fox News, Selasa, 30 Juni 2026.
Selain itu, pemerintah Israel juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran dalam kondisi tertentu.
Katz menyatakan bahwa konflik dapat kembali berlanjut apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan bahwa jalur diplomasi dan negosiasi telah berakhir serta mendukung dilanjutkannya serangan militer.
Ia juga menegaskan bahwa Israel akan mengambil tindakan militer jika Iran kembali melakukan serangan terhadap wilayahnya.
Dalam pernyataannya, Katz memperingatkan bahwa Israel akan merespons dengan cepat apabila terjadi serangan rudal dari pihak Iran.
"Jika Iran menyerang, akan ada perang ketiga. Situasinya amat jelas," tegas Katz.
Ia menambahkan bahwa Israel tidak akan membiarkan serangan terhadap wilayahnya tanpa balasan.
"Israel tidak akan pernah membiarkan rudal Iran yang menyerang dibiarkan begitu saja tanpa ada balasan. Itu akan terjadi hanya dalam dua hari," lanjutnya.
Baca Juga: Di Kota Iran Mana Pemakaman Ali Khamenei?
Katz juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan militer Israel untuk bersiap menghadapi kemungkinan operasi lanjutan.
"Perintah saya kepada IDF (militer Israel) agar mempersiapkan operasi biru-putih."
Sementara itu, keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik.
Berbeda dengan Ali Khamenei yang selama bertahun-tahun kerap muncul dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan keagamaan, Mojtaba dikenal sebagai figur yang lebih tertutup dan memiliki latar belakang kuat di bidang intelijen. Situasi tersebut membuat keberadaannya menjadi salah satu misteri yang terus menjadi perhatian di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Istimewa)