Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pendidikan latihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dievaluasi. Walau begitu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso berharap Koperasi Desa Merah Putih tidak dihilangkan.
"Evaluasi untuk memastikan standar keselamatan, pengawasan, dan tata kelola pelaksanaan program semakin baik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Sugiat, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, perlu ada pembenahan terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program. Di antaranya ialah perencanaan, pelaksanaan, hingga sistem pengawasan.
Sugiat mengatakan, setiap program pemerintah harus berjalan secara profesional dengan standar yang kuat, mitigasi risiko, hingga pengawasan di lapangan.
"Hal ini perlu dimulai dari pendataan kondisi calon peserta sebelum mengikuti kegiatan," ucapnya.
Sugiat menegaskan negara harus hadir mendampingi keluarga korban. Penanganan kasus meninggalnya peserta tersebut juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel.
Sehingga, masyarakat bisa memperoleh kejelasan. Sugiat meminta agar insiden tersebut tidak mengaburkan tujuan strategis dari KDKMP maupun KNMP yang merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto.
"Program ini tetap harus dilanjutkan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," tandasnya.
Warga berbelanja kebutuhan pokok di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Metuk, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)