Pramono Tinjau Proyek Flyover Latumenten, Ditargetkan Jadi Solusi Kemacetan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 11:40
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat, sebagai salah satu proyek untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung progres pembangunan flyover tersebut pada Kamis, 2 Juli 2026. Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu infrastruktur yang paling dinantikan masyarakat karena berada di kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi.

"Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini, pagi, siang, maupun sore, kemacetannya sangat tinggi. Maka ketika diusulkan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya," katanya.

Flyover Latumenten dibangun untuk memisahkan arus kendaraan dari perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan Grogol.

Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten (NTVNews.id/Adiansyah)

Dengan infrastruktur tersebut, arus kendaraan diharapkan menjadi lebih lancar, waktu tempuh masyarakat berkurang, serta mobilitas dari dan menuju Jakarta Barat semakin efisien.

Pramono mengungkapkan, hingga awal Juli 2026 progres pembangunan telah mencapai 55,2 persen. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp259 miliar itu ditargetkan rampung sesuai jadwal pada 15 Desember 2026.

Ia optimistis proyek tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat apabila seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

"Sekarang progresnya sudah mencapai 55,2 persen dengan anggaran pembangunan Rp259 miliar. Saya berharap proyek ini selesai tepat waktu, yakni pada 15 Desember 2026, sehingga lalu lintas di salah satu kawasan yang selama ini paling banyak dikeluhkan bisa menjadi lebih lancar," ujarnya.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Tak hanya membangun flyover, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang dengan konsep inklusif dan ramah bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, serta anak-anak.

Selain meningkatkan keselamatan pejalan kaki, kawasan tersebut juga akan diperkuat dengan pembangunan halte Transjakarta yang terintegrasi langsung dengan Stasiun Grogol. Integrasi ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) untuk memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi umum.

Flyover Latumenten arah Slipi dibangun sepanjang 435 meter dengan lebar 11 meter, terdiri atas dua lajur kendaraan umum dan satu lajur busway. Sementara itu, flyover menuju Grogol memiliki panjang 420 meter dengan spesifikasi yang sama.

Melalui proyek ini, Pemprov DKI berharap konektivitas transportasi di Jakarta Barat semakin baik, penggunaan angkutan umum meningkat, serta kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga dapat berkurang secara signifikan.

x|close