BNPB Intensifkan Water Bombing untuk Jinakkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 14:40
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api pada Rabu, 1 Juli 2026 Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api pada Rabu, 1 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan mengandalkan operasi penyiraman air dari udara menggunakan helikopter water bombing.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, langkah tersebut diperkuat karena api yang membakar tumpukan sampah hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

"Hingga Rabu, 1 Juli 2026, sore api masih belum berhasil dipadamkan dan teridentifikasi muncul dua titik api baru di sisi utara TPA. Kondisi ini membutuhkan penanganan terpadu, termasuk penguatan operasi udara," kata Abdul di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, penggunaan armada udara menjadi strategi utama untuk mendukung upaya pemadaman dari darat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat risiko meluasnya kebakaran masih tinggi akibat material sampah yang mudah terbakar serta kondisi angin yang mempercepat penyebaran api.

Baca juga: Lebih dari 24 Jam Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, BNPB Kerahkan Helikopter

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNPB menyiagakan dua helikopter water bombing yang diterbangkan dari pangkalan udara di Bandara Pondok Cabe.

Salah satu helikopter telah menyelesaikan satu sorti penyiraman pada Rabu sore, 1 Juli 2026. Sementara itu, satu helikopter lainnya telah rampung dimobilisasi dan kini siap menjalankan operasi penuh.

Kedua armada udara tersebut dijadwalkan kembali melakukan penyiraman secara intensif sepanjang Kamis dengan memprioritaskan area munculnya titik api baru guna mempercepat proses pembasahan dan pendinginan lahan.

Data terbaru BNPB menunjukkan kebakaran yang terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026, siang telah membakar sekitar tujuh hektare lahan dari total luas TPA Jatiwaringin yang mencapai 33 hektare.

Baca Juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Abdul juga mengungkapkan bahwa asap pekat akibat kebakaran memicu dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Jumlah warga yang harus mengungsi kini bertambah menjadi 50 orang dan ditempatkan di Balai Desa Tanjakan Mekar.

Ia menambahkan, BNPB memastikan kebutuhan logistik dasar bagi para pengungsi hingga saat ini masih dapat dipenuhi dengan baik melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

 (Sumber: Antara)
 
 
x|close