Tekan Risiko Banjir di Kemanggisan, Pramono Percepat Penyelesaian Tanggul

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 12:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penyelesaian pembangunan tanggul dan jalan inspeksi Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memperkuat sistem pengendalian air di kawasan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan sisa pembangunan sepanjang sekitar 600 meter akan segera dirampungkan. Anggaran penyelesaian proyek tersebut telah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026.

"Sungai Grogol segmen Kemanggisan ini, saya minta Sumber Daya Air untuk menyelesaikan sampai ujung yang kurang lebih 600 meter lagi, jalan yang seperti ini. Anggarannya sudah kita anggarkan di APBD kita. Jadi, pasti akan terselesaikan," ujar Pramono saat meninjau lokasi proyek, Kamis, 2 Juli 2026.

Penataan Kali Grogol menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI dalam meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di Jakarta Barat. Proyek ini meliputi pembangunan tanggul sepanjang 1.480 meter di kedua sisi sungai yang dilengkapi parapet beton sebagai pelindung dari luapan air.

Selain memperkuat bantaran sungai, pemerintah juga membangun jalan inspeksi yang akan digunakan sebagai akses pemantauan, pembersihan sedimen dan sampah, hingga perawatan infrastruktur sungai secara berkala. Jalan tersebut juga dilengkapi trotoar agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta turut membangun saluran gendong yang berfungsi menampung limpasan air dari kawasan permukiman sebelum dialirkan ke sungai. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi tekanan air pada tebing Kali Grogol saat curah hujan tinggi.

Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Kali Grogol Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat (NTVNews.id/Adiansyah)

Pemprov DKI juga melakukan normalisasi sungai dengan mempertahankan luas penampang Kali Grogol agar kapasitas aliran air tetap optimal. Langkah tersebut bertujuan memperlancar arus sungai, memperkuat struktur tebing, sekaligus meminimalkan potensi banjir dan longsor.

Pramono mengapresiasi kolaborasi Dinas Sumber Daya Air, DPRD DKI Jakarta, serta pemerintah wilayah yang berhasil mengubah kawasan Kemanggisan menjadi lebih tertata. Menurutnya, wilayah tersebut sebelumnya dikenal sebagai kawasan kumuh yang kerap dilanda banjir dan memiliki akses lingkungan yang terbatas.

"Tempat ini dulu tempat kumuh. Bahkan, mohon maaf, banyak orang yang mengatakan ini merupakan salah satu dunia sedikit gelap lah begitu. Salah satu tempat yang dulu dianggap tidak terselesaikan, dengan kerja sama yang baik, alhamdulillah bisa kita tangani," katanya.

Pramono mengatakan bahwa sekitar lima tahun lalu kawasan Kemanggisan pernah mengalami banjir besar hingga merendam rumah warga sampai ke bagian atap. Karena itu, penyelesaian proyek harus diikuti dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia juga menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Sekretaris Kota, camat, hingga lurah setempat untuk menjaga jalan inspeksi tetap steril dari bangunan liar. Menurutnya, akses tersebut harus selalu terbuka agar petugas dapat melakukan pengawasan, pengerukan sedimen, hingga penanganan sampah secara optimal.

"Nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun untuk membuat bangunan liar di atas jalan ini. Merawat itu terkadang lebih susah. Jangan sampai kemudian kita sudah buat turap tanggul yang baik, jalan yang baik, tetapi karena tidak dikelola dengan baik, itulah yang selalu menjadi persoalan kita bersama," tutup Pramono.

x|close