Pramono Minta Judi Online Diberantas Sekeras-kerasnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 13:52
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten Pramono Anung Tinjau Flyover Latumenten (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas untuk memberantas praktik judi online (judol) di ibu kota.

Hal tersebut disampaikan setelah data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pemain judi online tertinggi di Indonesia.

Pramono lantas menegaskan, maraknya aktivitas judi online harus menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.

"Berkaitan dengan judi online. Karena memang Jakarta ini kan dengan penduduk yang cukup besar dan rata-rata warganya secara purchasing power itu punya kemampuan, walaupun kemudian orang berspekulasi dengan judi online," kata Pramono di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis, 2 Juli 2026.

Ilustrasi Judi Online <b>(FreePik)</b> Ilustrasi Judi Online (FreePik)

Menurutnya, pemberantasan judi online tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Ia meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum bertindak sekeras-kerasnya terhadap seluruh jaringan maupun pelaku yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya penindakan demi melindungi masyarakat dari dampak negatif perjudian daring.

"Saya berharap betul dan mengharapkan pemerintah, dalam hal ini aparat penegak hukum, untuk berkaitan dengan judi online di Jakarta kalau diberantas sekeras-kerasnya, saya memberikan support dukungan sepenuhnya," tegasnya.

Sebelumnya, PPATK mengungkapkan bahwa wilayah Jabodetabek menjadi salah satu zona merah judi online di Indonesia sepanjang 2025. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat empat daerah dengan jumlah pemain judi online tertinggi secara nasional.

Kabupaten Bogor menempati posisi pertama dengan 103.092 pemain dan total nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar. Sementara itu, Jakarta Barat berada di posisi kedua dengan 89.320 pemain serta nilai deposit mencapai Rp600,6 miliar, disusul Jakarta Timur dengan 81.750 pemain dan total deposit Rp425,9 miliar. Adapun Kota Bandung berada di peringkat berikutnya dengan 80.549 pemain dan nilai deposit sebesar Rp341,7 miliar.

x|close