Truk Pikap Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 09:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi kecelakaan atau Korban Tewas Ilustrasi kecelakaan atau Korban Tewas (Freepik/ rawpixel.com)

Ntvnews.id, Bangkok - Delapan biksu Buddha meninggal dunia dan lebih dari 20 orang lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah truk pikap yang dikemudikan seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun menabrak rombongan peziarah di Provinsi Mukdahan, Thailand timur, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika rombongan biksu tengah menjalankan perjalanan ziarah di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, Jumat, 3 Juli 2026, aparat setempat menyatakan para korban merupakan bagian dari rombongan yang terdiri atas 34 biksu Buddha dan lima umat awam yang sedang melakukan perjalanan dari sebuah kuil di Provinsi Mukdahan menuju kuil lain di Provinsi Ubon Ratchathani.

Dalam konferensi pers, Gubernur Mukdahan Vorayan Bunarat menjelaskan bahwa lima biksu meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Selain korban meninggal, sebanyak 22 biksu dan seorang umat awam lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, empat orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Baca Juga: 57 Biksu Lintas Negara Jalan Kaki Menuju Candi Borobudur untuk Waisak 2026

"Kendaraan itu dikemudikan oleh seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun berkebutuhan khusus yang mengambil truk pikap dari rumah keluarganya dan mengendarainya sekitar 10 kilometer sebelum menabrak rombongan biksu," ujar Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra.

Pairoj menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menetapkan tuntutan hukum apa pun karena penyelidikan terkait kronologi dan penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung.

Ia juga menyampaikan bahwa penyidik belum dapat meminta keterangan dari bocah pengemudi tersebut karena yang bersangkutan masih mengalami trauma dan syok berat akibat kejadian tersebut.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan yang melibatkan rombongan keagamaan di Thailand dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus memicu perhatian publik terkait pengawasan kendaraan dan keselamatan di jalan raya.

x|close