Pramono: Jakarta Terus Berbenah, Salah Satu Masalahnya Sampah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 11:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menyambut usia ke-500 atau lima abad Kota Jakarta pada 2027, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan komitmen untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah yang dinilai masih menjadi tantangan besar di ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 yang digelar di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurutnya, keberhasilan Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

"Menjelang usia lima abad ini, tentunya Jakarta akan terus berbenah. Salah satu problem utamanya adalah mengenai sampah," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pramono mengaku telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Di luar dugaan, kebijakan itu mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat.

Pramono Anung <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ia bahkan berseloroh bahwa dukungan paling besar justru datang dari lingkungan keluarganya sendiri, terutama sang istri yang disiplin menerapkan aturan pemilahan sampah di rumah.

Pramono menceritakan pengalaman pribadinya saat membeli makanan yang masih menyisakan bungkus plastik, termasuk kemasan saus dan sambal. Jika sebelumnya plastik tersebut langsung dibuang, kini ia harus terlebih dahulu membersihkannya sebelum dimasukkan ke tempat sampah sesuai ketentuan dalam Ingub.

"Contohnya, kalau kita beli makanan kan selalu ada plastik, ada kemudian saos atau sambalnya. Mau bakso, mau apa pun. Kalau namanya laki-laki ya sudahlah, kalau saos atau sambal tidak dimakan, dipotong, dibuang. Kalau ibu-ibu, begitu saya melakukan itu, saya bilang, 'Kamu yang membuat Ingub, harus kamu cuci dulu plastiknya'," ungkapnya.

Menurut Pramono, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ia berharap kebiasaan memilah dan membersihkan sampah sebelum dibuang dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat Jakarta.

"Itulah sumber permasalahan di rumah. Dalam hati saya, kenapa istri saya jadi pengawas saya ya," ungkapnya.

x|close