Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia dan India melalui kerja sama yang lebih erat di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memperkenalkan secara langsung para Menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menko Muhaimin, kepada Perdana Menteri Narendra Modi sebagai bagian dari jajaran pemerintah yang akan memperkuat implementasi kerja sama kedua negara.
Presiden mengatakan Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah yang panjang serta kesamaan sebagai dua negara demokrasi terbesar di dunia. Karena itu, kedua negara berkomitmen memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif melalui berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kunjungan Perdana Menteri Modi kali ini menjadi tonggak bersejarah. Kunjungan ini merupakan cermin komitmen kedua negara untuk terus memajukan kemitraan strategis komprehensif melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” ucap Presiden di Istana, 7 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara menyepakati penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, terutama ekonomi sebagai salah satu pilar utama hubungan bilateral.
“Untuk itu kami berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan bilateral secara signifikan melalui percepatan pembahasan Indonesia-India Preferential Trade Agreement dan peninjauan upgrading ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA),” imbuh Presiden.
Kemudian, kedua negara juga mendorong implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (Cross-Border QR Payment Linkage) guna mempermudah transaksi ekonomi dan memperkuat ketahanan sektor keuangan.
Selain itu, kerja sama akan diperluas pada sektor energi, kesehatan, pendidikan, riset, teknologi, keamanan, hingga pengembangan konektivitas melalui Pelabuhan Sabang di Aceh dan Pelabuhan Andaman dan Nikobar di India.
Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Modi juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang pendidikan melalui rencana pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) serta penjajakan Indian Institute of Technology (IIT) di Indonesia.
Kedua negara juga akan memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di India, sekaligus meningkatkan kolaborasi di bidang riset, teknologi, dan pertukaran budaya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menilai penguatan hubungan Indonesia dan India memiliki arti penting bagi agenda pemberdayaan masyarakat.
India merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dengan pasar yang sangat besar, didukung jumlah penduduk lebih dari satu miliar jiwa serta pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuka peluang yang semakin luas bagi produk, investasi, dan talenta Indonesia untuk masuk ke pasar global.
"India merupakan pasar yang sangat strategis bagi Indonesia. Semakin kuat hubungan kedua negara, semakin besar peluang bagi produk-produk masyarakat kita untuk masuk ke pasar internasional. Ini bukan hanya tentang perdagangan antarnegara, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi ekonomi rakyat untuk berkembang," ujar Menko Muhaimin.
Menurutnya, diplomasi ekonomi yang dibangun Presiden Prabowo harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat langsung bagi masyarakat melalui perluasan akses pasar, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
"Ketika pemerintah berhasil membuka akses ke pasar global, tugas berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memanfaatkan peluang tersebut. Inilah makna pemberdayaan, yaitu menghadirkan kesempatan yang lebih besar agar masyarakat dapat tumbuh, naik kelas, dan meningkatkan kesejahteraannya," sambungnya.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan dengan India tidak hanya mempererat persahabatan kedua negara, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperluas peluang ekonomi, meningkatkan daya saing nasional, dan mempercepat pemberdayaan masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih merata.
Menko Muhaimin Iskandar dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ikut dampingi Presiden Prabowo Sambut PM India di Istana (Dokumentasi )