Pemkab Tangerang Siapkan Lahan Darurat usai Kebakaran TPA Jatiwaringin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 10:10
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah kendaraan pengangkut sampah menganteri untuk menyimpan matrial di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada, 2 Juli 2026 Sejumlah kendaraan pengangkut sampah menganteri untuk menyimpan matrial di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada, 2 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, menyiapkan lahan seluas dua hektare sebagai lokasi pembuangan sampah sementara di tengah proses penanganan kebakaran yang masih berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan, pelayanan pembuangan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Tangerang hingga kini tetap berjalan seperti biasa karena pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi alternatif.

"Pembuangan sampah yang dari wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang sampai saat ini masih tetap normal. Kami sudah siapkan ada lahan dua hektare untuk ditempati sementara," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, memasuki hari kedelapan upaya pengendalian kebakaran di TPA Jatiwaringin, pengangkutan sampah tetap dilakukan secara normal. Sekitar 1.200 ton sampah setiap hari untuk sementara akan dialihkan ke lahan yang telah disiapkan tersebut.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Kesehatan Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Dicek

Menurutnya, lahan sementara itu hanya akan digunakan selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Setelah kondisi kembali normal, area tersebut akan dibersihkan dan difungsikan kembali sebagaimana mestinya.

"Tapi kalau misalkan nanti ini sudah selesai, lahan tersebut akan kami normalkan lagi, kami bersihkan lagi dan sampah sudah disiapkan di tempat-tempat yang harus menyongsong pengolahan sampah energi listrik," ucapnya.

Selain menangani dampak kebakaran, Pemkab Tangerang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan berbagai pihak mengenai rencana pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Program tersebut dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari proyek strategis.

Maesyal berharap insiden kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat mempercepat realisasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: BNPB: Separuh Area Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dikendalikan

"Saya sudah beberapa kali rapat dengan gubernur, Menteri LH, juga Menko Pangan. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang salah satu lokus yang akan dijadikan sebagai tempat pengolahan sampah berbasis atau menjadi energi listrik," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan evaluasi terhadap penanganan keadaan darurat kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, guna memastikan proses pemadaman berlangsung sesuai target.

Dari hasil evaluasi tersebut, sejumlah area yang sebelumnya terbakar kini mulai bersih dari api. Capaian itu merupakan hasil koordinasi yang intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kerja keras tim Manggala Agni di lapangan.

"Rabu (1 Juli 2026) mereka tim pemadaman datang di sini malam. Paginya jam 06.00 WIB sudah mulai bekerja. Dan memang itu dari pagi, siang, malam itu kerja di lokasi. Lokasinya itu fluktuasi, tidak ada yang datar, langsung naik. Jadi ini luar biasa dari Manggala Agni, kami mengucapkan banyak terima kasih. Dan ini juga sudah mendapatkan hasil yang baik," paparnya.

Baca Juga: KLH Siapkan Pembenahan Pengelolaan TPA Jatiwaringin Usai Kebakaran Terkendali

Meski sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan, Maesyal menyebut angin kencang masih menjadi kendala utama dalam proses pemadaman di lokasi.

"Untuk menjangkau area tengah dan puncak gunungan sampah yang sulit diakses oleh armada darat, Pemkab Tangerang mengandalkan bantuan helikopter water bombing dari BNPB yang telah beroperasi selama lima hari terakhir," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close