Megawati Terima Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 15:45
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, resmi dianugerahi penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste, yakni Grande Colar da Ordem de Timor-Leste dalam upacara penganugerahan yang digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis, 9 Juli 2026 Presiden Kelima Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, resmi dianugerahi penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste, yakni Grande Colar da Ordem de Timor-Leste dalam upacara penganugerahan yang digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis, 9 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste berupa Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Penganugerahan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis, 9 Juli 2026.

Prosesi dimulai sejak pagi di halaman Istana Kepresidenan Nicolau Lobato. Saat tiba di lokasi, Megawati disambut dengan pertunjukan seni serta tarian tradisional khas Timor-Leste.

Kehadirannya kemudian disambut langsung oleh Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.

Kepala Staf Kepresidenan Timor-Leste, Henriqueta Maria da Silva, menjelaskan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Megawati dalam mempererat persahabatan, membangun dialog, serta menormalisasi hubungan bilateral setelah Timor-Leste memperoleh kembali kemerdekaannya.

Dalam pidato penghormatannya, Presiden José Ramos-Horta menyoroti peran penting Megawati pada masa transisi demokrasi Indonesia setelah Reformasi. Ia menilai keputusan Megawati menerima hasil konstitusional Pemilu 1999 secara damai menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas negara.

Baca Juga: Megawati Tiba di Timor Leste, Disambut Ramos-Horta hingga Xanana Gusmao

"Ibu Megawati dengan tenang menerima keputusan konstitusional tersebut dan mengemban jabatan sebagai Wakil Presiden. Beliau menempatkan kepentingan demokrasi di atas aspirasi pribadi yang sah. Pilihan itu mewakili salah satu pembuktian tertinggi dari sikap negarawan sejati," kata Ramos-Horta dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Ramos-Horta juga memuji sikap Megawati ketika menjabat Presiden RI pada 2001 karena menerima realitas sejarah baru, mendukung proses transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTAET), serta memperkuat jembatan diplomasi antara kedua negara.

Suasana acara sempat mencair ketika Ramos-Horta melontarkan candaan mengenai Perdana Menteri Xanana Gusmão yang disebutnya lulus dengan predikat summa cum laude dari "Universitas Cipinang". Menurutnya, Megawati dan Xanana merupakan dua tokoh yang memiliki peran besar dalam mempererat hubungan Indonesia dan Timor-Leste.

Usai Presiden Ramos-Horta menyematkan medali Grande Colar, Megawati menyampaikan pidato yang dibuka dengan sapaan hangat, "Bondia, Timor-Leste!".

Baca Juga: Megawati Pimpin Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali

Dalam sambutannya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan amanah untuk terus memperkuat hubungan kedua negara pada masa mendatang.

"Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus," tegas Megawati.

Ia juga menitipkan pesan kepada generasi muda Indonesia dan Timor-Leste agar terus menjaga hubungan persahabatan yang dibangun atas dasar kesetaraan.

Pada kesempatan itu, Megawati turut menyapa Kupa Lopez, pemuda asal Timor-Leste yang dahulu pernah meminta izin kepadanya untuk terjun ke dunia politik dan kini telah berkarier sebagai diplomat serta pernah menjabat Duta Besar Timor-Leste untuk Kamboja.

Megawati juga membandingkan perjuangan masa muda Xanana Gusmão atau yang akrab disapa "Maun Xanana" dengan ayahnya, Bung Karno, yang harus menghabiskan total 22 tahun hidupnya keluar masuk penjara dan menjalani masa pembuangan demi memperjuangkan kemerdekaan.

Baca Juga: BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI–Timor Leste

Menjelang akhir pidato, Megawati kembali mengundang tawa hadirin saat mengenang kunjungan pertamanya ke Dili. Dengan gaya khasnya, ia bercerita tidak pernah melupakan pedasnya cabai rawit khas Timor-Leste.

Ia mengisahkan pernah mencicipi sedikit kecap saat menyantap nasi goreng di sebuah hotel kecil di Dili, namun ternyata rasa pedasnya disebut "lebih meledak dari bom".

"Tadi saya sudah berbisik-bisik kepada Pak Ramos-Horta dan Maun Xanana, sekarang saya sudah menyuruh staf saya pergi ke pasar Dili untuk membeli oleh-oleh, khusus membawa pulang cabai Timor-Leste itu," tutur Megawati yang langsung disambut tawa para hadirin.

Acara penganugerahan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang dibagi dalam lima sesi. Foto tersebut melibatkan keluarga besar, pimpinan parlemen, jajaran militer dan kepolisian Timor-Leste, hingga para sekretaris jenderal partai politik setempat, yakni CNRT, Fretilin, PD, PLP, dan KHUNTO.

(Sumber: Antara)

x|close