Israel Beri Informasi Intelijen ke AS soal Dugaan Rencana Iran Bunuh Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 20:43
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Israel mengaku telah menyerahkan informasi intelijen terbaru kepada Amerika Serikat yang disebut-sebut mengungkap dugaan rencana Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.

Laporan The Wall Street Journal pada Kamis, 10 Juli 2026 waktu AS, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, menyebutkan bahwa data intelijen itu berpotensi memperburuk ketegangan yang tengah berlangsung antara Washington dan Teheran.

Menurut laporan tersebut, Iran telah lama menyatakan akan membalas kematian Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat pada Jumat, 3 Januari 2020 atas perintah Trump.

Hingga kini, Kedutaan Besar Israel di Washington dilaporkan belum bersedia memberikan komentar terkait informasi tersebut.

Baca Juga: PBB Desak AS dan Iran Kembali Berunding

Di sisi lain, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga belum menyampaikan tanggapan atas laporan yang dimuat oleh The Wall Street Journal.

Gedung Putih meminta The Wall Street Journal merujuk pada pernyataan Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turkiye, pada Rabu, 9 Juli 2026, mengenai dugaan ancaman pembunuhan terhadap dirinya dari Iran.

"Mereka ingin membunuh pemimpin Amerika Serikat, yaitu saya. Nama saya ada dalam setiap daftar mereka. Saya melihatnya pagi ini, nama saya ada di semua daftar mereka. Sejauh ini saya mungkin masih beruntung, tetapi keberuntungan itu mungkin tidak akan bertahan lama," kata Trump.

Di tengah memanasnya hubungan dengan Iran, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Kamis, 10 Juli 2026. Dalam percakapan tersebut, keduanya sepakat untuk terus berkoordinasi.

Baca Juga: Intelijen Israel Dapat Info Bahwa Iran Bakal Bunuh Donald Trump

Selama dua hari terakhir, Amerika Serikat dan Iran terlibat aksi saling serang setelah Iran menyerang tiga kapal niaga di Selat Hormuz.

Sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat yang berlangsung selama dua malam berturut-turut, Teheran pada Kamis, 10 Juli 2026 melancarkan serangan yang menyasar infrastruktur militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.

(Sumber: Antara)

x|close