Mentrans Bidik Jepang Jadi Pasar Ekspor Baru, Siapkan Ekosistem Mangga Jawa Timur yang Mendunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jul 2026, 23:45
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (M. Iftitah Sulaiman) Menteri Transmigrasi (M. Iftitah Sulaiman) (Dokumentasi )

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas jangkauan produk hortikultura Indonesia ke kancah internasional. Salah satu target utama yang kini dibidik adalah membuka akses pasar ekspor baru bagi mangga asal Jawa Timur ke Negeri Sakura, Jepang.

Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) guna menyiapkan pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan, sekaligus menuntaskan berbagai hambatan teknis yang selama ini mengganjal akses pasar ke Jepang.

Dalam kunjungannya di Festival Ekosistem Ekonomi Digital (FYC Fest) di Surabaya, Iftitah memuji kualitas mangga alpukat asal Pasuruan dan mangga arumanis dari Probolinggo. Menurutnya, kedua varietas ini memiliki standar kualitas yang mampu bersaing dengan produk serupa dari negara-negara produsen mangga besar lainnya.

Iftitah berbagi pengalaman pribadinya saat mencicipi mangga dari berbagai negara seperti Pakistan, Thailand, India, China, Meksiko, hingga Brasil. Namun, ia menyimpulkan bahwa manisnya mangga Jawa Timur tetap tak tertandingi.

"Karena itu, akhir-akhir ini saya sering mengirim mangga Jawa Timur kepada Duta Besar Amerika Serikat, China, Australia, serta beberapa negara sahabat. Respons mereka sangat positif, mereka sangat menyukai mangga dari Jawa Timur," ungkap Iftitah, 12 Juli 2026.

Jepang dipilih sebagai pasar prioritas karena memiliki permintaan yang tinggi terhadap buah-buahan premium. Meski demikian, Iftitah mengakui bahwa persyaratan teknis Jepang sangat ketat, terutama menyangkut pengendalian lalat buah (fruit fly).

"Salah satu tantangan utamanya adalah masalah lalat buah. Kami sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasinya. Memang membutuhkan biaya dan upaya lebih, tetapi saya yakin jika hambatan ini bisa diselesaikan, pasar Jepang akan terbuka lebar," jelasnya optimis.

Kementerian Transmigrasi kini menerapkan pendekatan baru dalam pembangunan kawasan. Transmigrasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai program perpindahan penduduk, melainkan sebagai upaya penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan komoditas unggulan.

"Jika suatu daerah unggul di mangga, kita bangun ekosistem mangga secara utuh, mulai dari budi daya, pengolahan, hingga akses pasar ekspor. Begitu juga dengan durian, kelapa, atau komoditas lainnya," kata Iftitah. 

Strategi ini diharapkan dapat menciptakan rantai nilai yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal serta membuka lapangan kerja yang luas di kawasan transmigrasi.

Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya sinergi antara berbagai elemen untuk memperkuat daya saing daerah.

"Untuk menciptakan sesuatu yang besar, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, hingga kreator digital agar potensi daerah bisa dikenal dan diterima di pasar internasional," ujar Emil.

Dengan adanya kolaborasi kuat antara Kementerian Transmigrasi dan pemerintah daerah, mangga Jawa Timur diharapkan segera menghiasi rak-rak supermarket di Jepang, membawa nama harum hortikultura Indonesia di pasar dunia.

x|close