Iran Klaim Dua Kapal Tanker Lumpuh usai Melintasi Jalur Ilegal di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 13:22
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz Ilustrasi - Selat Hormuz (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul – Iran mengklaim dua kapal tanker super tidak dapat lagi beroperasi setelah melintasi jalur pelayaran yang disebut ilegal di Selat Hormuz. Teheran menuding langkah tersebut dilakukan atas dorongan militer Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut pasukan Amerika Serikat telah mengarahkan sejumlah kapal untuk melintasi jalur yang mereka anggap tidak sah di kawasan perairan strategis itu.

IRGC menyatakan kedua kapal tanker mematikan sistem navigasi serta mengabaikan sejumlah peringatan yang disampaikan Pusat Pengendalian Keamanan Maritim Selat Hormuz. Menurut mereka, tindakan tersebut membahayakan keselamatan pelayaran kapal lain yang melintas di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, IRGC mengatakan kedua kapal kemudian berupaya melewati jalur yang telah dipasangi ranjau. Akibatnya, kapal-kapal itu disebut terkena hantaman hingga akhirnya lumpuh dan tidak dapat beroperasi.

Baca Juga: Trump Berlakukan Lagi Blokade Iran, Usulkan Biaya Keamanan 20 Persen di Selat Hormuz

Meski demikian, IRGC tidak menjelaskan benda yang menghantam kedua kapal tersebut maupun secara langsung menyatakan bertanggung jawab atas insiden itu.

Selain itu, IRGC memperingatkan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat serta penggunaan jalur yang telah dipasangi ranjau berpotensi memicu kerusakan yang lebih besar.

Menurut IRGC, tindakan tersebut juga dapat menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz sekaligus memperparah krisis energi global.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan dua kapal tanker berbendera UEA, Mombasa dan Al Bahiyah, menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran.

Baca Juga: Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Kembali Konflik AS-Iran, China Bilang Ini

Kementerian menyebut serangan terjadi saat kedua kapal melintasi jalur pelayaran bagian selatan Selat Hormuz yang berada di perairan teritorial Oman.

Akibat serangan tersebut, seorang awak kapal asal India yang berada di atas Mombasa dilaporkan meninggal dunia, sementara delapan awak lainnya mengalami luka-luka, termasuk empat orang dengan kondisi luka serius.

Kementerian Pertahanan UEA juga menyampaikan bahwa kebakaran sempat terjadi di kedua kapal tanker tersebut. Namun, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas.

(Sumber: Antara)

x|close