Rekayasa Lalu Lintas Tendean Arah Blok M Selama Pembongkaran JPO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 14:41
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pembongkaran JPO Tendean usai ditabrak truk Pembongkaran JPO Tendean usai ditabrak truk (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah truk pengangkut alat berat tersangkut pada struktur Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan kerusakan serius hingga nyaris roboh. Sebagai langkah pengamanan, pihak berwenang memutuskan untuk membongkar total struktur JPO tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menyatakan bahwa pembongkaran menyeluruh harus dilakukan karena kondisi tiang fondasi yang sudah terlepas.

"Penanganan dari Bina Marga yang pertama adalah membongkar JPO ini. Karena kami lihat fondasinya sudah lepas, mau tidak mau harus dilepas seluruhnya. Tidak bisa setengah-setengah karena tidak ada penunjang di bagian tengah," ujar Rifki dalam keterangannya ke awak media, 14 Juli 2026.

Rifki menjelaskan bahwa proses pembongkaran akan dimulai setelah jam sibuk pagi berakhir, yakni sekitar pukul 10.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak kemacetan yang lebih parah.

Pembongkaran JPO Kapten Tendean usai ditabrak truk crane <b>(NTVNews)</b> Pembongkaran JPO Kapten Tendean usai ditabrak truk crane (NTVNews)

"Alat berat sedang meluncur. Langkah pertama, kami akan memangkas atap JPO terlebih dahulu karena jaraknya terlalu dekat dengan badan truk. Setelah itu, baru kami lepas gelagarnya. Kami targetkan sore menjelang siang ini sudah selesai," tambahnya.

Selama proses menunggu evakuasi, pihak Bina Marga memastikan area di bawah JPO disterilkan untuk menjamin keamanan warga yang melintas di sekitar lokasi.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga terjadi karena pengemudi truk tidak memahami batas ketinggian muatan atau belum menguasai rute jalan tersebut.

"Kronologinya, saat melintas truk mungkin belum tahu atau salah perkiraan soal ketinggiannya. Kami masih menyelidiki apakah ada pengawal yang memandu atau tidak. Intinya, sopir mungkin tidak memahami ketinggian jalan di sini," jelas Kompol Mujiyanto.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kejadian berlangsung saat kondisi jalan relatif sepi. Hingga saat ini, status kendaraan dan sopir masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan adanya unsur kelalaian.

Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus, menyatakan telah memitigasi tiga titik krusial untuk rekayasa lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung, yaitu di turunan Mampang, lokasi kejadian, dan TL Santa.

Adapun rincian pengalihan arus lalu lintas adalah sebagai berikut:

1. Dari Arah Timur (Flyover Mampang): Arus akan dialihkan di depan Polsek Mampang. Kendaraan diarahkan belok kiri atau putar balik ke arah Trans TV.

2. Dari Arah Warung Buncit (Menuju Blok M): Kendaraan diarahkan masuk ke jalur underpass menuju TL Kuningan, kemudian dapat berbelok kiri ke arah Gatot Subroto.

3. Arah Blok M: Akan dilakukan penutupan total pada saat alat berat mulai bekerja mengangkat gelagar jembatan.

4. Arah Sebaliknya (TL Santa ke Timur): Arus lalu lintas tetap diupayakan mengalir, namun dengan penggunaan sebagian lajur jalan.

Terkait nasib truk alat berat tersebut, Bernad menjelaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pelepasan struktur JPO terlebih dahulu. 

"Kami akan putus dulu JPO-nya dan diangkat. Jika truk masih bisa berjalan, akan kami kawal ke kantor polisi. Namun jika tidak memungkinkan, akan kami lakukan penderekan menggunakan derek pusat dari Dinas Perhubungan," tutup Bernad.

Warga diimbau untuk menghindari kawasan Mampang dan Tendean menuju arah Blok M selama proses evakuasi berlangsung guna menghindari kepadatan lalu lintas.

x|close