A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menhut Dorong Perbaikan Struktural untuk Tekan Kasus Karhutla - Ntvnews.id

Menhut Dorong Perbaikan Struktural untuk Tekan Kasus Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jul 2026, 22:27
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), di Kantor Kemenhut RI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026 Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), di Kantor Kemenhut RI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penguatan tata kelola dalam penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi langkah penting untuk menurunkan jumlah kejadian karhutla di Indonesia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang sudah terjadi, tetapi juga diarahkan pada pembenahan regulasi agar pengendalian karhutla dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.

"Yang saya inginkan adalah perbaikan struktural, jadi bukan hanya kasus. Ada regulasi apa yang perlu diperbaiki, harus apa yang kita lakukan sehingga sifatnya berubah struktural dan long term, sehingga ada sesuatu yang lebih ajeg (kokoh) untuk teman-teman bergerak memperbaiki," ujar dia.

Menurut Menhut, langkah tersebut menjadi semakin penting karena musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui berbagai persiapan sejak dini.

Baca Juga: Menhut Siapkan Kawasan Preservasi 87 Ribu Hektare untuk Lindungi Habitat Orangutan di Kaltim

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak hanya berupaya menangani kebakaran yang terjadi, tetapi juga berfokus pada pencegahan agar jumlah kasus dapat terus ditekan.

"Hal-hal apa yang kita lakukan secara konkret agar kebakaran hutan dan lahan pada tahun ini dan tahun depan bisa kita kendalikan dengan lebih baik, angkanya lebih turun," kata Menhut.

"Idealnya kalau bisa zero karhutla, mungkin itu sangat ideal, tapi paling tidak angkanya bisa kita tekan semaksimal mungkin," ujarnya menambahkan.

Selain memperkuat aspek pencegahan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga akan mengevaluasi berbagai instrumen pengendalian karhutla. Evaluasi tersebut meliputi kebutuhan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di daerah rawan, hingga kesiapan personel beserta peralatan di lapangan.

Baca Juga: Menhut: Perhutanan Sosial dan Hutan Adat Kini Bisa Ikut Perdagangan Karbon

"Seluruh langkah tersebut akan dihitung berdasarkan kebutuhan riil agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif," kata Menhut Raja Antoni.

(Sumber: Antara)

x|close